Tuesday, February 24, 2015

KONI Jatim pesimis bisa jadi juara umum dalam PON XIX Jabar

KONI Jatim pesimis bisa jadi juara umum dalam PON XIX Jabar




LENSAINDONESIA.COM: Seperti tak percaya kemampuan atletnya, KONI Jatim pesimis mampu meraih Juara Umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 dan hanya menargetkan posisi runner up.


Wakil Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, mengaku kalau tak bisa juara umum PON Jabar, paling tidak Jatim jadi runner up. “KONI Jatim mengincar posisi runner up bila sudah tidak memiliki peluang untuk meraih juara umum PON XIX 2016 di Jawa Barat,” terangnya, Selasa (24/2/2015).


Baca juga: Pertina Jatim tak kunjung tentukan target dalam PON Jabar 2016 dan KONI Jatim ancam pecat atlet Puslatda yang perkuat daerah lain


Salah satu pengurus KONI Jatim ini sepertinya ‘keder’ menilik kemampuan tuan rumah Jabar yang sangat berpeluang besar meraih juara umum PON 2016. Selain didukung dana besar, Jabar diuntungkan dengan penambahan nomor-nomor di beberapa cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.


Sebaliknya, penambahan nomor cabor tersebut merugikan Jatim karena banyak nomor-nomor andalan Jatim yang dikurangi. “Jadi, ada banyak nomor yang disiapkan oleh Jabar untuk menunjang target juara umum,” sambung M Nabil.


Karena itu, jika Jatim sulit mengejar juara umum, maka akan difokuskan menjadi runner up. Dalam perebutan urutan kedua, Jatim akan bersaing dengan DKI Jakarta. “Kalau posisi tiga sudah pasti kita genggam. Jateng bersama daerah lain akan sulit menandingi Jatim,” ungkapnya.


Untuk memenuhi harapan itu, M Nabil mengaku Cabor-Cabor sudah bekerja dan melakukan aktivitas untuk bisa merebut medali emas. Misalnya, pada saat PON Remaja I 2014, secara logika Jatim belum bisa memenangkan juara umum, namun hasil akhir berbicara lain. Anggaran KONI Jatim yang cuma Rp 7 miliar tak sebanding dengan DKI Jakarta yang mencapai Rp 42 M. Demikian pula anggaran pelaksanaan PON Remaja sebesar Rp 24 M. “Logikanya dengan anggaran KONI Jatim yang minim, DKI mestinya juara umum. Faktanya, Jatim yang sukses. Karena ada kesungguhan koordinasi dengan cabor, maka Jatim bisa juara umum,” paparnya.


M Nabil menambahkan, yang perlu diwaspadai yakni faktor non teknis. Salah satunya adalah uang. Dimana, uang akan dapat mempengaruhi prestasi atlet. Diatas kertas, atlet bisa meraih emas. Namun, karena tergiur dengan uang, atlet merelakan melepaskan gelar juara kepada atlet daerah lain. “Ada hal-hal non teknis yang harus diwaspadai. Ini menJadi catatan penting yang perlu dipikirkan di PON Jabar, karena persaingan merebut medali emas lebih ketat,” pungkasnya. @angga_lensa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment