Thursday, February 5, 2015

Militer Jordania serang pusat pelatihan militan ISIS

Militer Jordania serang pusat pelatihan militan ISIS




LENSAINDONESIA.COM: Jordania benar-benar mewujudkan misi balas dendam pada militan ISIS pasca pilotnya dibakar hidup-hidup. Dua hari setelah peristiwa itu, jet tempur melakukan serangan udara ke markas ISIS di Suriah.


“Ini hanya awal, dan kalian akan tahu seperti apa orang Jordania,” kata sumber militer dalam sebuah statemen di televisi pemerintah mengutip CNN.


Baca juga: Militan ISIS kembali penggal sandera jurnalis asal Jepang dan ISIS rilis video penggal kepala wartawan Jepang


Militer Jordania menyerang pusat pelatihan ISIS, gudang senjata dan amunisi. “Semua target telah dihancurkan dan semua pesawat kembali ke markas dengan selamat.”


Operasi militer diberi nama “Syahid Moath” merujuk pada pilot Letnan Moath al-Kasasbeh, 27, yang ditangkap ISIS. Ia akhirnya tewas dengan cara tangan terikat dan dibakar hidup-hidup dalam sel.


Menteri Luar Negeri Jordania, Nasser Judeh menekankan bahwa serangan udara ini merupakan pembalasan bangsa atas kematian pilotnya. Ia bersumpah akan menghancurkan ISIS.


“Kami akan mengejar dimanapun mereka dengan segala kemampuan kami. Ini bukan awal tapi juga bukan yang terakhir,” kata Judeh.


Ayah pilot, Safi al-Kasasbeh mengatakan Raja Abdullah II sudah berjanji padanya bahwa Jordania akan membalas dendam kematian anaknya, dan menyerang pusat ISIS di Raqqa, Suriah. Pada Kamis, ia diberitahu ada 30 pesawat jet Jordania berpartisipasi dalam serangan tersebut.


Disebutkan bahwa Raja Jordania tersebut memimpin langsung dalam serangan tersebut. Raja Abdullah II merupakan pilot terlatih. Namun, hal itu dibantah.


Jordania adalah salah satu negara di Timur Tengah yang ikut dalam koalisi militer, dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya, melawan ISIS. Serangan pada ISIS juga dilkaukan di Hasaka, 240 kilometer dari timur laut Raqqa. ISIS sudah memposting kerusakan yang terjadi. Setidaknya 10 militan tewas.


Serangan ini menyusul munculnya video pembakaran Moath al-Kasasbeh pada Selasa awal pekan ini. Pemerintah setempat percaya pilotnya dibakar sebulan sebelum videonya dirilis. Awalnya, nyawa al-Kasasbeh akan ditukar dengan terpidana mati Sajidah al-Rishawi.


Video ini memantik emosi warga Jordania, yang tidak lagi mengutuk ISIS. Namun juga mendorong ikut beraksi untuk menumpas militan ini. Juru bicara pemerintah, Mohammed al-Momani mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan aksi kriminal pembunuhan pilot kami. Mereka (ISIS) akan mendapat hukuman.” @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment