LENSAINDONESIA.COM: Di tengah hiruk-pikuk polemik kerjasama pembuatan mobil dengan Proton, karya siswa SMK 1 Kota Kediri ini patut dilirik. Mereka menciptakan dua mobil yang diberi nama Rajawali dan Bima.
Mobil Rajawali berjenis citizen SUV, sedangkan mobil Bima berjenis pick up berkapasitas angkut barang 1 ton. Dua mobil ini dibanderol harga Rp77 juta hingga Rp80 juta on the road (OTR), dengan bahan bakar premium.
Baca juga: Ini kata Presiden Jokowi soal kerjasama dengan produsen mobil Proton dan Hendropriyono sebut MoU dengan Proton bukan bikin mobil negara
Menurut EkoWahyu Listiono, guru Pembimbing Jurusan, pada proses produksinya mobil ini dirakit dan dikerjakan sendiri secara manual oleh siswa Jurusan Tehnik Kendaraan Ringan (TKR) atau otomotif SMKN 1 Kota Kediri. Mereka bekerjasama dengan PT ESEMKA, pencipta mobil Esemka yang dipromosikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye lalu.
“Selain harganya terjangkau, mobil rakitan anak didik kami memiliki plat yang lebih tebal, yakni 0,2 mm dan teknologi juga tidak ketinggalan dengan mobil-mobil lain” ungkap Eko, Rabu (11/2/2015).
Kehadiran mobil ini diharapkan mampu menembus dominasi terhadap mobil-mobil murah asal Jepang yang akan membanjiri Nusantara, termasuk produksi produsen Proton.
Dengan begitu mobil karya anak bangsa ini menjadi kebaggaan seluruh masyarakat indonesia Khususnya dunia otomatif.
Salah satu siswa Jurusan TKR SMKN 1 Kota Kediri Afta Maarif, berharap dengan adanya mobil yang mampu dirakit ini, kedepannya mampu memberantas kebodohan terhadap dunia
otomatif. “Karena sebenarnya generasi muda di Indonesia ini sudah memiliki kemampuan untuk merakit mobil. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju,” harapnya.
Ke depan SMKN1 Kediri berharap Pemerintah bisa memfasilitasi siswa yang telah memiliki keterampilan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sayangnya, beredar kabar bahwa mobil ini belum bisa diproduksi massal karena pemerintah belum merespons untuk mengeluarkan izin produksi. Untuk dapat diproduksi massal tentu perlu melalui banyak tahap dan riset yang lebih mendalam yang tentunya tidak mudah. @ andik kartika
0 comments:
Post a Comment