Monday, February 9, 2015

PDIP: Sebut calon kapolri baru, Kompolnas perkeruh konflik KPK-Polri

PDIP: Sebut calon kapolri baru, Kompolnas perkeruh konflik KPK-Polri




TB Hasanuddin:Kompolnas Bikin Bingung Soal Calon Kapolri


LENSAINDONESIA.COM: Politikus PDI Perjuangan Tb Hasanuddin mengatakan langkah Kompolnas yang mengusulkan nama calon kapolri yang baru malah memperkeruh konflik Polri vs KPK. “Terutama ketika masing-masing anggota Kompolnas mengumumkan secara terbuka calon-calon Kapolri yang satu sama lainnya berbeda,” kata Tb Hasanuddin kepada licom, di Jakarta, Selasa (10/2/2015).


Baca juga: Senayan galau hasil praperadilan BG perburuk kinerja KPK-Polri dan KPK di-'warning' aset rakyat terancam, jika Jokowi tangani konfliknya


Dikatakan Tb Hasanuddin awalnya diumumkan ada 9 orang yang akan diajukan, kemudian diralat hanya 7 atau 5, terakhir calon dirampingkan dan dicoret-coret orang yaitu Komjen Budi Waseso dan Komjen Putut Eko Bayu seno.


“Saya sarankan Kompolnas agar lebih menahan diri dan lebih bijak dalam membuat pernyataan-pernyataan ke publik terutama menyangkut kredibilitas orang perorangan . Dilingkungan TNI/Polri ada etika yang harus dipegang dan diikuti oleh para pimpinan dan pejabat personalianya, seleksi untuk promosi jabatan dilakukan dengan ketat

tapi bersifat rahasia,” ujarnya.


Hal ini berkaitan dengan kredibilitas calon, agar tidak muncul fitnah, isu , rumor dan gosip dilingkungan calon itu sendiri. Bahkan jangan sampai terjadi saling jegal dan saling fitnah . Suasana kebatinan “jiwa korsa” atau l’esprit de corps itu harus tetap dijaga dan dipelihara .


“Seharusnya menjaga suasana persatuan dan kesatuan dilingkungan Polri juga menjadi peran Kompolnas. Seleksi terbuka dengan melibatkan publik itu mungkin tak dilarang, tapi kalau tiap hari ada pengumuman soal calon Kapolri , sebaiknya dihindari . Gunakan saja lembaga-lembaga yang syah seperti PPATK atau KPK atau lembaga-lembaga lainnya untuk melihat rekam jejak seorang calon . Sekali lagi mempromosikan atau memecat seseorang itu tetap ada etikanya,” ingatnya.


Ia menyarankan agar Kompolnas menunggu permintaan resmi dari Presiden Jokowi, perihal nama baru calon kapolri. “Kenapa (Kompolnas) jadi super sibuk ? Bahkan terjebak dalam pro dan kontra publik.Sekali lagi saya ingatkan, hak dan privasi para calon yang akan dipromosikan harus tetap dijaga agar tidak

menjadi fitnah,” pungkasnya. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment