LENSAINDONESIA.COM: Kerusuhan sepakbola di Kairo, Mesir menyebabkan 22 orang tewas, kata jaksa publik. Akibat fans sepakbola memaksa masuk ke dalam stadion, bentrok dengan kepolisian tidak bisa dihindarkan.
Kebanyakan korban tewas disebabkan karena terinjak-injak setelah polisi menggunakan gas airmata untuk menghalau suporter dua klub yang bertanding yaitu Zamalek dan ENPPI.
Baca juga: Suporter Arema dihajar puluhan oknum Bonek di Bundaran Waru
Juru bicara menteri kesehatan menyebut ada 19 korban tewas dan 20 orang terluka. Tidak ada penjelasan kenapa ada perbedaan mengenai jumlah korban.
“Jumlah suporter Zamalek yang datang ke Stadiun Angkatan Udara, sangat banyak. Mereka ingin melihat pertandingan dan mencoba memaksa masuk. Tapi pasukan mencoba mencegah agar tidak terjadi kerusuhan,” kata Menteri Dalam Negeri.
“Para suporter menaiki pagar stadion dan polisi mencoba mencegah. Fans akhirnya menghentikan bus Zamalek dan membakar mobil polisi,” katanya.
Pertandingan Zamalek versus ENPPI sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1. Peristiwa ini sendiri menyebabkan liga nasional dihentikan sementara waktu.
Peristiwa ini mengingatkan peristiwa serupa di tahun 2012 yang mana digelar pertandingan antara Al-Masry dengan Al-Ahly. Sebanyak 70 orang tewas di kota Port Said. Sejumlah saksi menyebut polisi diam saja ketika fans kedua klub saling bertarung menggunakan batu, pisau dan pedang.
Akibat peristiwa ini, Mesir melarang kehadiran suporter dalam tiap pertandingan sepakbola. Kebijakan ini diperingan dengan mengizinkan penonton dalam jumlah terbatas untuk menyaksikan pertandingan. @sita
0 comments:
Post a Comment