Tuesday, March 25, 2014

Cawapres Pakde Karwo di UGM diakui berhasil bangun ekonomi kerakyatan

Cawapres Pakde Karwo di UGM diakui berhasil bangun ekonomi kerakyatan




LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jatim Soekarwo, yang belakangan ini didorong banyak pihak di Jawa Timur untuk maju bursa Cawapres Pemilu Presiden 9 Juli mendatang, ternyata diakui guru besar Universitas Gajah Mada, berhasil dalam membangun ekonomi kerakyatan.


Prof. Gunawan Sumodiningrat, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengakui Pakde Karwo –sebutan akrab Sokarwo– seperti itu, usai mencermati pemaparan Pakde Karwo menjadi pembicara seminar Ekonomi Kerakyatan di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo Gedung MM UGM, Selasa (25/3/2014).


Baca juga: SBY ajak Pakde Karwo keliling Jateng, "kompor gas" GR Capres dan Pakde Karwo jadi gubernur lebih teruji dari Jokowi, didorong Nyapres


Profesor Gunawan juga menyampaikan dukungannya terhadap “best practices ekonomi kerakyatan yang dilakukan

Soekarwo dalam membangun perekonomian Jawa Timur. Dia mengatakan, konsep-konsep yang disampaikan Pakde Karwo sesuai dengan pemikiran dari UGM mengenai ekonomi kerakyatan.


Nilai positifnya mengangkat Pakde Karwo, lanjutnya, menjadi pembicara ekonomi kerakyatan, yakni bisa berbagi best practice ekonomi kerakyatan yang secara nyata dilakukan di Jatim.


“Pakde Karwo merupakan pemimpin yang dekat dengan rakyat dan dapat memberikan contoh yang baik di Jatim. Kalau di Jatim, pemimpinnya menggunakan prinsip dengan hakikat empat pilar kebangsaan ditambah pemberdayaan masyarakat,” ujarnya lewat rilis yang diterima LICOM.


Menurutnya, Pakde Karwo memiliki konsep yang jelas, disepakati dan dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu lah yang dinilai paling penting. Pemerintah harus tegas menggunakan regulasi, SDM yang tepat, teknologi dan monitoring evaluasi yang semuanya ditujukan untuk rakyat.


“Paparan Pakde Karwo positif, tanpa politik. Pakde Karwo langsung pada data konkretnya di lapangan. Yang penting dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pendekatannya sudah betul,” kata dia.


Dijelaskannya, hal positif yang didapatkan dari paparan Pakde Karwo lainnya,yakni Gubernur Jatim untuk melindungi rakyatnya membuat regulasi untuk menolak impor seperti produk-produk hortikultura, daging impor, gula rafinasi dan sebagainya.


Selain itu, untuk menangani wong cilik, Pemprov Jatim melakukan pendampingan melalui program Jalin Kesra. “Pendampingan yang ditunjang dengan keberpihakan Pemprov Jatim terhadap wong cilik dapat menjadi keberhasilan

Jatim,” tambahnya.


Pada kesempatan yang sama, Prof Wihana Kirana Jaya, Dekan FEB UGM mengakui jika Pakde Karwo merupakan penggerak penggiat ekonomi kerakyatan yang memiliki attitude dan soft skills. Untuk itu, FEB mengundang Soekarwo untuk menjadi pembicara dalam seminar.


“Perilaku dan kemampuan Pakde Karwo dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan sudah tidak diragukan lagi,” tukas Prof Wihana. @sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment