Tuesday, March 25, 2014

Wabah ebola hantam wilayah Afrika Barat

Wabah ebola hantam wilayah Afrika Barat




LENSAINDONESIA.COM: Wabah ebola yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya untuk manusia menghantam wilayah Afrika Barat. Virus ebola yang lebih ganas dari HIV/AIDS ini menjadi satu-satunya penyakit paling mematikan di seluruh dunia.


Kawasan Afrika Barat yang dihantam wabah ebola ialah Guinea. Namun kini wabah itu menyebar juga di kawasan Sierra Leone.


Baca juga: Penjaga kebun binatang tewas diterkam singa dan AS mulai turunkan perwira ke Mali, dukung Perancis


Untuk mencegah penyebaran wabah ebola, pemerintah Guinea telah melarang penjualan dan konsumsi kelelawar. Menteri Kesehatan Guinea, Rene Lamah mengatakan, kelelawar menjadi medium utama dari wabah ebola di kawasan selatan negara itu.


Sejauh ini sudah 62 orang tewas karena wabah ebola di Guinea dan laporan tentang dugaan kasus ebola juga ditemukan di negara tetangga Liberia dan Sierra Leone.


Ebola tersebar melalui sentuhan langsung dengan tingkat kematian korban antara 80% hingga 100%. Gejalanya antara lain pendarahan dalam dan luar, diare, demam, dan muntah-muntah.


Untuk pertama kalinya wabah ebola menyebar ke Guinea ketika wabahnya melanda Uganda dan Republik Demokratik Kongo yang jaraknya terpisah ribuan mil dari Guinea.


Lembaga bantuan kesehatan asal Prancis, Medecins Sans Frontieres mengatakan, sudah mendirikan dua lokasi karantina di selatan Guinea untuk mengendalikan wabah ebola itu.


Sementara itu, pemerintah Sierra Leone mengatakan sedang menyelidiki laporan dugaan kasus ebola dan hingga saat ini masih belum bisa dikukuhkan.


Salah satu dugaan kasus adalah tewasnya anak laki-laki berusia 14 tahun dua pekan lalu di Guinea dan dibawa pulang ke kampungnya di wilayah Sierra Leone.


Sedangkan pasien terduga ebola kedua berada di distrik Kambia, sebelah utara negeri itu. Namun, seorang pejabat Kementerian Kesehatan, Brima Kargbo tidak menjelaskan apakah pasien kedua ini masih hidup atau sudah meninggal dunia.


“Ini adalah kali pertama sebuah ancaman wabah penyakit muncul di negeri ini. Kami kini bersiap-siap jika penyakit itu terdiagnosa sudah menyebar di Sierra Leone,” ujar Karbo.@licom/bbc


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment