Sunday, December 14, 2014

10 ribu aparat gabungan siap kawal JNF

10 ribu aparat gabungan siap kawal JNF




LENSAINDONESIA.COM: Polda Metro Jaya siap mengawal agenda akbar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jelang akhir tahun, Jakarta Night Festival (JNF).


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan, pihaknya siap menerjunkan 10 ribu anggota yang dibantu TNI, Satuan Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


Baca juga: Dipersiapkan jauh-jauh hari, Video mapping di JNF gagal terwujud dan Ahok belum persiapkan diri jelang duet dengan raja dangdut


‪”Kita sudah siap kita antisipasi. Yang jelas, 10 ribu lebih lah dan semua personil tersebut akan ikut partisipasi, seperti dari Polda, Polres, Polsek sampai semua rekan-rekan kita libatkan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (14/12/2014).


JNF merupakan agenda akbar yang berlangsung di ibu kota menjelang tahun baru dan HUT DKI. Kegiatan tersebut dimulai ketika Jakarta dipimpin Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) pada 2012 silam.


Acara yang menghabiskan dana miliaran rupiah tersebut umumnya digelar di sejumlah jalan protokol, dari Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka. Selain itu, dimeriahkan sejumlah artis ibu kota dan pagelaran lainnya.


Di sisi lain, kata Rikwanto, Polda Metro Jaya juga akan menggelar Operasi Cipta Kondisi yang dimulai esok (15/12/2014) dalam rangka memperingati tahun baru dan Natal. Sebab, banyak pengemis yang mendatangi Jakarta.


“Operasi ini sasarannya street crime, khususnya di lampu merah,” jelasnya.


Polda Metro Jaya, klaim dia, telah mengetahui lokasi mana saja yang rawan, karena banyak aduan dari masyarakat. Sebab itu, wilayah tersebut menjadi titik Operasi Cipta Kondisi digelar.


“Kita sudah petakan di Cempaka Putih. Kemudian, jalur dari Lapangan Tembak Senayan, ke Slipi-Tomang. Itu juga rawan. Di situ, juga banyak pengambil spion mobil mewah,” ungkapnya.


Rikwanto pun berpesan, agar pengemudi roda empat tak memberikan sedekah ke pengemis dan pengamen, apalagi sampai membuka kaca mobil mereka. Alasannya, pada saat itu kerap terjadi penodongan.


‪”Di lampu merah untuk pengamen, harap tutup kaca. Saya harapkan jangan memberi uang,” tandasnya. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment