LENSAINDONESIA.COM: Kalangan DPRD Kota Batu dikecam sejumlah tokoh pemuda. Sebab, dewan menyetujui pengucuran dana Rp 2,5 miliar pada BUMD yang justru masih bermasalah tersebut.
”Persetujuan terkait usulan dana tambahan buat modal BWR itu merupakan tindakan bodoh. Masalah belum selesai, kok malah diberi dana lagi,” kata Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Endro Wahyu di Kota Batu, Minggu (14/12/2014).
Baca juga: Meski bermasalah, PT BWR masih digelontor duit APBD Rp 2,5 miliar dan Direktur PT Batu Wisata dijebloskan ke tahanan, keluarga Curhat dzolim
Menurut Endro, mestinya dituntaskan dulu permasalahan di PT. BWR. Alasannya, karena semua tahu kalau Perseroan Terbatas tersebut bermasalah,
DPRD, kata dia, seharusnya melakukan jaring aspirasi masyarakat tentang BWR itu. Layak apa tidak BWR itu dilanjutkan. Itu mengingat DPRD bukan lembaga pemutus yang bisa serta merta memberikan anggaran seenaknya.
Endro menyayangkan pemberian tambahan modal BWR tersebut. “Dana sebesar itu mendingan dialihkan untuk lainnya. Misalnya, untuk menata PKL yang masih semarawut di sekitar alun alun. Penambahan modal itu perlu dikaji ulang,” tegasnya.
Penilaian senada diungkapkan, Ketua LSM Alab-Alab, Gaib Sampurna. Menurutnya, RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang di syaratkan DPRD Kota Batu sebagai dasar akan di kucurkan dana Rp. 2,5 miliar terkesan hanya sandiwara saja.
Gaib berkeyakinan, syarat-syarat tersebut hanya sebagai upaya menutupi seolah olah tidak ada permasalahan di PT BWR. Menurut dia, DPRD mestinya tahu, RUPS itu tidak akan pernah terjadi karena tidak cukup syarat.
“Semua tahu bahwa untuk mendirikan Perseroan Terbatas itu harus ada dana 25 perseb dari total modal usaha. Sedangkan PT BWR di laksanakan hanya dengan modal 20 persen dan itupun yang 10 persen di alihkan ke pihak ketiga (PT BTC),” tandasnya.@ wito_aji_dr
0 comments:
Post a Comment