Wednesday, December 24, 2014

Bupati Kutai Kartanegara sebut sebagian wilayah ingin gabung Malaysia

Bupati Kutai Kartanegara sebut sebagian wilayah ingin gabung Malaysia




LENSAINDONESIA.COM: Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan daerah terkaya di Indonesia. Tak heran sumbangan kabupaten di Kalimantan Timur yang kaya sumber daya alam itu juga sangat besar untuk negara.


“Tahun 2014 Kabupaten Kutai Kartanegara menyumbang Rp 123 triliun untuk negara,” ujar Bupati Kukar, Rita Widyasari, saat menyampaikan orasi, Senin malam di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.


Baca juga: Tak Tahan Jadi Buronan, Ketua DPRD Kukar Serahkan Diri ke Kejaksaan dan Lagi, Tambang Batu Bara di Kaltim Minta 'Tumbal'


Namun Bupati Kutai Kartanegara ini menyesalkan, dari jumlah itu yang kembali ke Kukar sangat sedikit. Tahun 2014 ini, Kabupaten tersebut hanya menerima Rp 5,6 triliun dan itu terbesar dalam beberapa tahun ini. “Sedangkan daerah kami sangat luas. Jalan masih banyak dalam perbaikan. Masih ada 600 KM jalan yang rusak parah,” ungkap Rita Widyasari.


Karena itu Bupati Kutai Kartanegara meminta agar aspek keadilan diperhatikan pemerintah pusat. Hal ini penting, apalagi sudah ada di daerahnya yang ingin bergabung ke Malaysia karena besarnya disparitas dengan negara tetangga tersebut. “Bagi kami Indonesia segalanya. Tapi di atas segalanya adalah keadilan. Ketahanan nasional adalah harga mati. Tapi kami harus berpikir logistik,” tegas Rita Widyasari lagi.


Menurut Bupati Kutai Kartanegara, wilayhnya merupakan salah satu daerah yang kaya hasil bumi dan tengah berkembang saat ini. Namun pembangunan yang dilakukan masih kurang merata. Padahal, menurutnya wilayah yang dipimpinnya itu memiliki semangat untuk maju dan berkontribusi dalam pertahanan nasional. “Saya berharap ada lebih banyak perhatian lagi ke Kalimantan Timur dan juga terutama Kutai Kartanegara,” sambung Rita Widyasari.


Ia mengajak pemerintah pusat dan semua pihak untuk memikirkan bersama namun hal itu juga agaknya harus dapat didukung oleh keadilan pemerintah. “Kami ingin bangun jalan saja kehabisan uang. Jadi kata ‘kaya’ itu sebenarnya menjadi beban tersendiri bagi saya sebagai bupati. Semoga keadilan bisa tercapai sehingga disparitas atau kesenjangan sosial di masyarakat kami tidak terlalu besar,” tandasnya. @yuanto


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment