LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana, menyesalkan hilangnya delapan pulau di Kepulauan Seribu. Terlebih terjadi dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Informasi ini pertama kali mencuat dari Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, saat menggelar rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota, kemarin (15/12/2014).
Baca juga: Nasdem minta Ahok cegah PNS Kepulauan Seribu 'kabur' ke Jakarta dan Ini cara Bupati Kepulauan Seribu tingkatkan kesejahteraan penduduknya
Haji Lulung, sapaan akrab Abraham, juga menyesalkan pernyataan Sekda tersebut, lantaran tak menjelaskan secara rinci, pulau mana saja yang lenyap. “Sekda harus menjelaskan pulau mana saja yang hilang. Kami sangat prihatin,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta itu menerangkan, sebuah pulau bisa hilang karena fenomena alam dan ulah manusia.Tetapi, terkait kasus ini, dia menduga, terjadi akibat pencurian pasir oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. “Kalau pasir dikeruk terus, maka akan terkikis.”
Tokoh Betawi itu menerangkan, akibat lenyapnya delapan pulau tersebut, maka pendapatan asli daerah (PAD) bisa berkurang, lantaran Kepulauan Seribu menjadi salah satu aset bagi Pemprov DKI dari sektor pariwisata. “Maka, ini harus diusut, jangan sampai PAD DKI dikeruk maling,” tandas Lulung. @fatah_sidik
0 comments:
Post a Comment