Monday, December 15, 2014

Disorot LSM, PHRI gerah terima dana road show Rp 2,6 miliar

Disorot LSM, PHRI gerah terima dana road show Rp 2,6 miliar




LENSAINDONESIA.COM: Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu merasa gerah karena disoroti Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait anggaran road show Kalimantan sebesar Rp 3,7 miliar.


Ini karen PHRI hanya menerima dana sebasar Rp 2,6 miliar dari APBD Kota Batu.


Baca juga: Perceraian dominasi kasus PNS di Kota Batu dan Pemda Malang Raya diminta lepaskan ego sektoral


“Dana yang kami terima Rp 3 miliar. Tapi itu dipotong pajak. Sehingga yang kami terima hanya sekitar Rp 2,6 miliar,” ungkap Ketua PHRI Kota Batu, Udin Syaifuddin di Kota Batu, Senin (15/12/2014).


Menurut Udin, dana itu diakui bila dikelolah dengan sistem swakelola. Alasannya, banyak pihak yang dilibatkan. Diantaranya, beberapa UKM, pengusaha properti, kesenian, hotel dan restoran. Di antara mereka, kata dia, memang ada yang biaya sendiri.


Sedangkan uang dari APBD itu, kata dia, dipergunakan untuk biaya sekitar 20 orang dari PHRI yang bertugas selama kegiatan berlangsung. “Mereka free semua, mulai transportasi hingga hotel,” kata dia.


Selain itu, kata Udi, dana itu dipergunakan juga untuk sewa gedung, sewa tempat E -Work, dan masih banyak lagi ysang lainnya. “Ini saja kita masih harus balik ke Kaltim lagi untuk menyelesaikan administrasi yang belum selesai,” jelas dia.


Meski begitu, Udi mengakui bila tidak semuanya free. Namun yang pasti, kata dia, ada yang free transportasi. Misalnya, bus di sediakan 24 jam penuh untuk mengangkut peserta dari hotel ke tempat kegiatan berlangsun.


“Dan yang harus diketahui, dana itu tidak semuanya habis. Kurang lebih ada sisa Rp 100 juta yang nantinya akan kami kembalikan,” pungkasnya.@wito_aji_drk


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment