Sunday, December 14, 2014

Disnak Jatim klaim tuntaskan wabah Antrax di Blitar

Disnak Jatim klaim tuntaskan wabah Antrax di Blitar




LENSAINDONESIA.COM: Serangan penyakit Anthrax pada sejumlah sapi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur menggemparkan banyak pihak.


Pasalnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Antrachis ini dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi pada hewan maupun manusia. Bakteri akan membentuk spora apabila kontak dengan udara luar.


Baca juga: Dinas Peternakan Jatim ambil langkah cepat atasi Anthrax di Blitar dan Virus Anthrax mulai mewabah di Blitar, 14 sapi mati mendadak


Mengatasi hal itu, Dinas Peternakan (Disnak) Jatim telah melakukan penanganan cepat dan sesuai dasar hukum pengendalian dan penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) Anthrax.


Menurut Kepala Disnak Jatim, Maskur, sejumlah tindakan untuk mengatasi adanya penyakit itu telah dilakukan mulai dari pengobatan, isolasi hewan, vaksinasi, desinfeksi hingga pengawasan lalu lintas ternak.


Pengobatan dilakukan dengan memberikan suntikan antibiotika, golongan oxytetracyclin long acting, ruboransia dan vitamin. Pemberian obat ini diulang setiap dua hari terhadap 16 ekor sapi diduga sakit yang sekandang dengan sapi yang mati di Desa Kendalrejo, Kec Srengat, Kab Blitar sejak kasus terakhir pada 3 Desember 2014.


“Pemeriksaan dilakukan sehari dua kali selama 14 hari kedepan. Sampai hari ini sapi yang hidup ini dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan tanda klinis maupun kematian yang baru,” ujarnya, Minggu (14/12/2014).


Jika nantinya selama kurun waktu 14 hari atau hingga 17 Desember mendatang tidak ada lagi hewan ternak yang mati, maka pihak Disnak Jatim akan menyatakan penanganan penyakit Antharx di Jatim bisa dikondisikan.


“Setelah 14 hari yang pertama jika tak ada yang mati lagi, maka kasusnya akan kami nyatakan berakhir. Tapi kita akan terus beri vaksinasi lagi selama 14 hari. Kira-kira minggu pertama Januari 2015, lalu lintas ternak di Desa Kendalrejo bisa aktif kembali,” paparnya.


Selama pengobatan, seluruh ternak baik dari titik nol (titik tempat kejadian) yakni di kandang sapi milik Yudianto di Desa Kendalrejo hingga ring satu (sekitar tempat kejadian) diisolasi dan lalu lintas ternak dihentikan.


“Yang kita vaksin itu hewan ternak yang jumlahnya sekitar 1.000an ekor dan juga warga yang ada disekitarnya,” tambah Maskur.


Disnak mengimbau masyarakat Jatim, khususnya di Blitar tidak perlu panik. Penularan penyakit Anthrax tidak contagious (tidak menyebar dari hewan ke hewan). Bisa menular jika hewan ternak ataupun manusia kontak langsung dengan spora yang ada di tanah melalui kulit yang luka atau termakan/terminum dan masuk dalam percernaan.


“Yang dilakukan adalah selalu waspada, menjaga kebersihan baik manusia maupun kandang hewan ternak. Kejadian di Blitar ini sudah bisa kita kendalikan,” tukasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, 14 ekor sapi di Kabupaten Blitar pekan kemarin mati mendadak dan positif dinyatakan terserang Anthrax.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment