Sunday, December 14, 2014

Pemerintah harus beli gula petani tak laku di Jatim

Pemerintah harus beli gula petani tak laku di Jatim




LENSAINDONESIA.COM: Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur meminta pemerintah pusat mengkaji ulang rencana pembangunan 10 pabrik gula di Indonesia.


Pasalnya izin pembangunan pabrik gula sering disalahkangunakan untuk memproduksi gula rafinasi secara besar-besaran hingga merembes ke pasaran, yang menyebabkan gula lokal tak laku.


Baca juga: Gula rafinasi serbu pasaran, harga lelang gula petani Jatim anjlok dan Gula impor sebabkan 900 ribu ton gula lokal menumpuk di Jatim


Karena itu, saat ini yang harus dilakukan pemerintah dengan membeli gula petani yang menumpuk di sejumlah Pabrik Gula (PG) yang ada di Jatim.


Anggota Komisi B DPRD Jatim, Zainul Lutfi mengatakan, pembangunan pabrik gula saat ini tidak perlu dilakukan oleh pemerintah.


Apalagi, pabrik gula yang ada di Indonesia, bahkan di Jatim masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Kalau pabrik gula di Indonesia khususnya di Jatim dilakukan revitalisasi, kami setuju. Namun apabila dibangun pabrik baru kami tidak setuju,” ujarnya, Minggu (14/12/2014).


Pihaknya juga mengaku telah menyampaikan keluhan ini langsung kepada Dewan Gula Nasional agar pemerintah pusat segera menghentikan gula impor. Ini dilakukan agar gula lokal kembali laku terjual.


“Pemerintah harus berani mengambil langkah mengentikan impor gula rafinasi, sehingga gula lokal yang menumpuk di pabrik gula bisa laku di jual di pasaran,” cetus dia.


Sementara, untuk mengatasi penumpukan gula lokal yang terjadi di PG di Jatim, pemerintah harus membeli atau mengganti gula lokal tersebut.


“Dengan adanya pembelian gula lokal oleh pemerintah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan gula di Jatim,” pungkas Zainul Lutfi.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment