Thursday, December 25, 2014

Hanya figur SBY yang mampu mengangkat pamor Demokrat

Hanya figur SBY yang mampu mengangkat pamor Demokrat




LENSAINDONESIA.COM: Kehadiran mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono diklaim masih dirindukan masyarakat Indonesia, untuk ikut membangun Indonesia.


Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy du Jakarta, Jum’at (26/12/2014). “Tidak bisa dipungkiri, kehadiran Pak SBY sebagai tokoh bangsa ini mulai dirindukan. Rakyat mulai membandingkan kepemimpinan SBY dan Joko Widodo (JKW),” ujar Farhan.


Baca juga: Soal SBY-Ibas, Soekarwo: Tidak elok pengurus partai ada bapak dan anak dan 95 persen DPD Partai Demokrat dukung SBY jadi ketum


Menurutnya, masyarakat Indonesia akan membandingkan keberhasilan pemimpin, lantaran

ingin kualitas hudupnya meningkat. “Beberapa program pro rakyat dan keberhasilan pembangunan SBY menjadi bahan gunjingan rakyat dikampung-kampung dan di pojok-pojok desa. Hal ini pula yang mengakibatkan para kader partai demokrat meminta kembali SBY sebagai ketua umum lima

tahun ke depan,” terangnya.


Farhan mengungkap, setidaknya ada tujuh alasan mengapa SBY harus memimpin Demokrat kembali. Pertama, dia menilai, realitas umum yang mulai merindukan sosok seperti mantan Presiden SBY. “Kesantunan kesungguhan SBY dalam memperjuangkan rakyat masih dibutuhkan,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, tidak bisa ditutupi bahwa program-program pemerintahan JKW mayoritas adalah ‘copy paste’ dari pemerintahan masa lalu. “Dan yang paling tahu secara detail adalah SBY. Kehadiran SBY penting menjadi penyeimbang politik agar kerja mensejahterakan rakyat bisa berjalan dengan baik,” katanya.


Ketiga, lanjut dia, saat ini Demokrat masih membutuhkan pematangan dan pengentalan organisasi. Dan, SBY dinilai konsolidator yang mampu mempersatukan semua elemen partai itu. Keempat, kata dia, Partai Demokrat membutuhkan kekuatan yang bisa menandingi partai lainnya. “Kami tahu figur Pak SBY mampu mengangkat perolehan PD menjadi 10,2% pada Pemilu 2014 ditengah prediksi umum bahwa PD hanya mungkin mencapai 7%,” ujarnya menegaskan.


Kelima,adanya krisis kepemimpinan dan politik dipandang bagian dari operasi ‘hegemoni kekuasaan’. Keenam, Demokrat membutuhkan figur pembangkit moral dan kepercayaan diri dan SBY dinilai berhasil memimpin partai keluar dari masa yang sangat sulit tersebut, mulai membangun kembali kepercayaan diri kader serta merintis konsolidasi. Terakhir lanjut Farhan, jika Demokrat ingin jadi partai mayoritas lagi, figur SBY yang mampu memulihkan kepercayaan rakyat.


Anggota Dewan Penasihat Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan pengurus partai akan mempercepat Kongres Nasional sebelum Mei 2015. Namun, tak seluruh pengurus mengetahui perubahan ini. “Awalnya Mei, sama seperti kongres sebelumnya. Tapi kami ingin struktur partai segera terbentuk,”katanya. @yuanto


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment