Thursday, December 25, 2014

Ketinggian banjir di Bandung surut satu meter

Ketinggian banjir di Bandung surut satu meter




LENSAINDONESIA.COM: Banjir luapan Sungai Citarum di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung mulai surut, sekitar satu meter. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung tetap memantau warga yang menolak untuk dievakuasi


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan di Bandung, berharap curah hujan tidak terlalu besar di daerah hulu Citarum. “Berdasarkan pemantauan permukaan air ada penurunan sekitar satu meter,” kata Marlan di Posko Bencana Banjir Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat (26/12/2014).


Baca juga: Pengungsi banjir Bandung capai 12 ribu jiwa, distribusi bantuan lamban dan Ketinggian air mencapai 3 meter, banjir di Bandung kian meluas


Hal ini berdampak pada genangan di jalan raya Baleendah – Bojongsoang sudah tidak menurun. “Genangan tinggal sedikit, mudah-mudahan hari ini tidak naik lagi,” kata Marlan.


Sedangkan Jalan Raya Baleendah – Dayeuhkolot masih tetap terputus karena tergenang setinggi lebih dari semeter.


Tapi, penurunan permukaan air tersebut tidak berdampak pada jumlah rumah yang terendam sebanyak 36 ribu unit, dengan 12.500 jiwa terpaksa harus mengungsi karena rumahnya sudah tersaput air setinggi lebih dari dua meter.


“Ketinggian air terakhir 3,10 meter di daerah Andir dan Cieunteung. Ada penyusutan hari ini, diharapkan terus surut,” kata Marlan.


Namun demikian sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing, khususnya yang memiliki lantai dua.


“Mereka masih bertahan, memang cukup sulit untuk memastikan bantuan tersalurkan. Kita tempatkan posko dapur umum di sejumlah titik. sebagian pengungsi mendirikan posko dapur umum dan kami memasok bahan pokoknya ke lokasi,” kata Marlan.


Ia menyebutkan, banyaknya warga yang bertahan di rumah masing-masing karena menganggap banjir itu menjadi rutinitas setiap tahun, meski tahun ini puncaknya akan terjadi hingga Januari 2015.


“Kami tidak bisa memaksa mereka mengungsi karena sudah menganggap banjir biasa, namun kami tetap pantau. Bila air terus meningkat mereka akan dijemput,” katanya.


Sementara itu, sebanyak 400 relawan dikerahkan untuk membantu para pengungsi baik dalam mendistribusikan bantuan maupun dapur umum.


Sementara itu jumlah bantuan personil dari Polri dan TNI ditambah karena luasan banjir terus meningkat, selain untuk membawa warga dengan rakit dan perahu karet juga menjaga keamanan.


“Penanganan tak hanya saat ada banjir juga pasca banjir. Biasanya gangguan penyakit terjadi pasca banjir, saat ini pun jumlah pasien yang berobat ke posko meningkat,” kata Marlan.


Banjir selain merendam pemukiman penduduk, pasar dan fasilitas umum, juga merendam Markas Yon 3 Zipur Yudha Wyogrha Dayeuhkolot.@sita/antara


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment