Friday, December 26, 2014

Presiden Jokowi sindir insinyur pertanian untuk terjun dampingi petani

Presiden Jokowi sindir insinyur pertanian untuk terjun dampingi petani




LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo memerintahkan para insinyur di Kementerian Pertanian tidak hanya duduk diam di dalam kantor. Tetapi harus ada aksi membantu petani meningkatkan produksi pertanian.


Demikian dikatakan Presiden Jokowi saat berdialog dengan para petani di Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12) siang.


Baca juga: Lintas Komunitas Aceh Kampanyekan Hari Kepedulian pada 26 Desember dan Iriana Jokowi: Mari muliakan Ibu kita


Kata Presiden, banyak petani yang mengeluhkan kurangnya penyuluhan dari para penyuluh petani serta sarana pertanian yang kurang. Salah satu kendala yang dihadapi adalah lebih dari 52 persen irigasi rusak dan belum diperbaiki.


“Insinyur-insinyur pertanian kita jangan berada di kantor. Harus selalu di lapangan, berikan bimbingan kepada kelompok-kelompok tani,” ucap Presiden Jokowi.


Instruksi ini diharapkan mampu membantu memenuhi target swasembada pangan tiga tahun mendatang. Hal ini juga akan dilakukan pada komoditas pangan lainnya, yaitu seperti kakao, gula, jagung dan karet. Disini, Jokowi memberikan selamat pada penerima Adhikarya Pangan Nusantara 2014.


Presiden melanjutkan blusukannya ke Lapangan Pertamina Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya untuk menyerahkan 1.099 unit hand tractor kepada 19 kelompok TNI dan sembilan perwakilan kelompok tani.


Saat menyerahkan bantuan ini, Jokowi memberikan tantangan pada Provinsi Jawa Barat untuk mampu menambah produksi beras hingga 2 juta ton. “Sanggup?” ujar Presiden Jokowi, dilansir dari laman Setkab.


Mendapat pertanyaan tersebut, para petani menjawab kesanggupannya untuk memenuhi kebutuhan beras sebanyak 2 juta ton.


Jokowi menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah baru memberikan sumbangan 1.099 unit traktor. Tahun depan mungkin akan ada penambahan lagi 2 hingga 3 kali lipat. Namun, Jokowi meminta pada Gubernur Jabar Ahmad Hermansyah untuk bisa menambah hasil produksi pangan hingga 2 juta ton.


“Jadi, saya harapkan ini betul-betul kita gunakan dalam rangka meningkatkan produksi karena kita tidak mau lagi negara kita, Indonesia impor beras dari luar,” tandasnya.@sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment