Wednesday, December 24, 2014

Tahun depan, anggaran kartu sakti Jokowi capai Rp19 T

Tahun depan, anggaran kartu sakti Jokowi capai Rp19 T




LENSAINDONESIA.COM: Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan meningkatkan jumlah penerima dan anggaran melalui program ‘karti sakti’, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).


Hal itu akan segera direalisasikan per Januari 2015 mendatang dengan total anggaran pemerintah sebanyak Rp 19,662 triliun.


Baca juga: Surabaya dan Banyuwangi jadi pilot project Kartu Sakti Jokowi


“Jadi tahun depan KIP, KIS dan KKS ditingkatkan baik penerima maupun anggaran. Penerima akan mendapat satu amplop KKS yang didalamnya ada KIS dan KIP,” ujarnya usai acara Sosialisasi KIP, KIS dan KKS di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Kamis (24/12/2014).


Untuk wilayah Jatim, lanjut Khofifah, pembagiannya ketiga ‘kartu sakti’ tersebut sudah berjalan. Namun ia mengakui memang belum merata, terlebih bagi para penerima yang belum mendapatkan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) program Pemerintah Jokowi tidak perlu khawatir.


“KPS yang belum dikonversikan, akan tetap bisa memakai Jamkesmas. Tapi yang sudah terima maka mereka akan menerima satu amlop berisi tiga kartu KKS, KIP dan KIS,” terang mantan Cagub Jatim 2013 ini.


Rincian target pembagiannya, KIS akan bisa menjangkau 96,4 juta jiwa ditambah 1,7 juta jiwa PMKS, 320 ribu narapidana, serta 8,3 juta cadangan. KKS akan menjangkau 15,9 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan 340 ribu PMKS. Untuk KIP akan menjangkau 19 juta siswa.


“Khusus untuk tahun 2015 nanti, ada usulan dari Menteri Hukum agar 320 ribu narapidana juga diberikan KIS. Sebab mereka sangat membutuhkan, teknis verifikasinya akan dilakukan Kemenkumham sesuai by name by address,” imbuh dia.


Kemensos mengklaim adanya ketiga ‘kartu sakti’ bisa menguatkan kesetiakawanan sosial juga benteng ketahanan sosial masyarakat. Ketahanan sosial bisa terlihat dari tiga hal, terjalinnya rasa saling percaya antarwarga, komunikasi yang santun serta keeratan sosial. Khofifah menambahkan, hal itu bisa menjadi sistem peringatan dini yang ampuh untuk mencegah berbagai konflik sosial.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment