Thursday, February 5, 2015

Bea cukai bantah minta upeti untuk loloskan impor pakaian bekas

Bea cukai bantah minta upeti untuk loloskan impor pakaian bekas




LENSAINDONESIA.COM: Tudingan bermain “gelap” antara oknum pegawai Bea Cukai dengan importir pakaian bekas di Surabaya, yang diungkapkan pedagang yang mempunyai stand di Gembong, dibantah oleh Kasi Pusat Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Tanjung Perak M. Munif.


Munif mengungkapkan, bahwa tuduhan tersebut hanya opini. Pihaknya meminta masyarakat yang mempunyai data valid tentang adanya oknum yang bermain, agar dilaporkan yang tentunya akan ditindak lanjuti.


Baca juga: Pedagang Gembong cuek larangan Mendag soal pakaian bekas


“Kalau memang ada pegawai yang bermain, tolong sampaikan ke kami, nanti akan langsung kami tindak lanjuti dan bila terbukti tentunya akan ada sanksi yang cukup berat,” terang Munif, Jumat (6/2/2015).


Hal senanda juga diungkapkan oleh Kasi unit Kepatuhan Kepegawaian Eko Marsudi, pihaknya akan menindak pegawai yang menjadi beking importir Ilegal dengan saksi yang sangat berat yaitu pemberhentian dengan tidak hormad (PTDH). “Selama ini belum ada pegawai Bea Cukai yang menjadi beking importir nakal. Kalau memang ada, seyogyanya Kita disini di Tanjung perak, ada unit kepatuhan eko Marsudi, berikan kami data yang konkrit, kalau memang terbukti tentunya akan kami ajukan dengan tindakan sangat tegas yaitu pemecatan,” ungkapnya dengan wajah tegang.


Seperti diberitakan lensa indonesia sebelumnya, larangan impor ilegal pakaian bekas oleh menteri perdagangan Rahmat Gobel, tidak sesuai praktek dilapangan, dimana terdapat aksi nakal yang dilakukan oleh Oknum Bea cukai dengan pengimpor yang ada di Surabaya.


Hal tersebut diungkapkan oleh H Pakih, salah satu Pedagang yang menjual pakaian bekas di kawasan Gembong. Lelaki asal Madura ini mengaku, untuk dapat meloloskan barang yang di impor secara Ilegal tersebut harus memberi upeti kepada oknuk Bea Cukai


“Memang masuknya barang ini ilegal, agar barang yang masuk ini tidak ditahan, tentunya bos saya sering melakukan loby dengan pihak bea cukai, dan itu sudah bukan rahasia lagi,” terang Pakih


“Kita sama sama tahu, dan itu (Upeti) dilakukan agar sumuanya lancar, kami sebagai pedagang kecil tentunya berharap bila ada barang datang bisa langsung dijual,” tambahnya. @rofik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment