LENSAINDONESIA.COM: Setidaknya ada 5900 orang mengungsi akibat banjir yang melanda Jakarta selama tiga hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama segera memberlakukan status darurat banjir.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, koordinasi dibutuhkan untuk menyamakan langkah-langkah penanganan banjir di Ibukota. Namun, sikap gubernur yang belum menetapkan status darurat banjir menyulitkan koordinasi tersebut.
Baca juga: Menteri Puan tidak tahu kenapa Ahok duga banjir Jakarta disabotase dan Jokowi akan ratas soal penanggulangan banjir bareng Ahok
“Gubernur DKI Jakarta yang tidak menetapkan status darurat banjir kali ini, menyulitkan BNPB dalam mengkoordinasikan perderakan personel, dalam memberikan bantuan baik di tingkat nasional maupun SKPD sendiri,” keluh Sutopo, Rabu (11/2/2015).
Menurut Sutopo, Gubernur DKI mestinya sudah mengeluarkan pernyataan darurat banjir, atau siaga banjir, untuk memudahkan penanganannya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Hingga Rabu siang, jumlah pengungsi korban banjir di Jakarta mencapai sekitar 5.900 orang yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.
“Kebutuhan logistik sangat mencucukupi dan sampai saat ini belum ada laporan tentang adanya jatuh korban jiwa,” katanya memastikan.
BNPB telah mendirikan 28 pos komando taktis, yakni 23 pos di Jakarta, 3 pos di Tangerang, dan 2 pos di Bekasi yang melibatkan personel BNPB, satuan reaksi cepat penanggulangan bencana, dari resimen mahasiswa, personel Polisi yang telah mendistribusikan bantuan logistik, dan evakuasi.
Di sisi lain, Sutopo mengingatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengantisipasi datangnya banjir sewaktu-waktu hingga bulan Maret 2015, mengingat potensi curah hujan tinggi masih terjadi di daerah hulu.
“Tidak mudah mengatasi banjir Jakarta, nyatanya yang terjadi tanggal 8 sampai hari ini kebanyakan disebabkan aspek drainage karena curah hujannya sangat ekstrem, tanggal 8 Februari 177 mm/hari dan 9 Februari curah hujan 361 mm/hari,” kata Sutopo. @sita
0 comments:
Post a Comment