LENSAINDONESIA.COM: Tidak akan ada regenerasi kepemimpinan berarti dalam tubuh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Pasalnya,34 DPD Hanura menginginkan agar Wiranto kembali menjadi Ketua Umum.
“Karena semua pandangan dan kita juga melihat tantangan 5 tahun ke depan terhadap partai-partai ini sungguh sangat besar. Sehingga figur pak Wiranto masih sangat dibutuhkan,” kata Ketua DPP Partai Hanura, Syarifuddin Sudding di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Baca juga: Gelar munas di Solo, Hanura undang Jokowi-JK dan Ini alasan Partai Hanura berkoalisi dengan PDIP
Ia tak menampik bila Wiranto jadi satu-satunya kandidat ketua umum. Mantan Pangab itu sendiri sudah menyatakan kesediaannya, sehingga dalam munas esok hanya formalitas mengesahkan posisi Wiranto.
Sudding menjelaskan, ketokohan Wiranto selama ini mampu untuk mempersatukan kader-kader Partai Hanura di tengah perbedaan pandangan para kader. Keputusan yang diambil Wiranto juga dipatuhi. Hanura juga tidak ingin terjadi perpecahan seperti yang dialami PPP dan Golkar. “Partai ini memutuskan masih membutuhkan figur Wiranto untuk mempersatukan partai,” tuturnya.
Apalagi belum ada tokoh selevel Wiranto yang layak jadi calon ketua umum yang baru. “Saya kira memang sampai saat ini belum ada satu figur yang bisa menyamai Pak Wiranto,” katanya.
“Artinya kalau dipaksakan, saya khawatir Partai ini akan terjadi konflik. Kami tidak ingin partai ini hanya tinggal nama apalagi dalam suasana seperti saat ini,” akunya.
Hanura nyaris pecah jelang pemilihan presiden lalu. Hary Tanoesodibyo yang saat itu “mendadak” menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura itu “diusir” dari partai karena dianggap gagal mengatrol perolehan suara dalam pileg. Padahal, Hary Tanoe dikenal sebagai pengusaha media lewat MNC Group. Apalagi, pencalonan Hary Tanoe sebagai calon wakil presiden dianggap banyak kader dilakukan secara ilegal. Belakangan, Hary Tanoe mengundurkan diri dan membentuk Parindo.
Kursi panas justru ada di posisi sekjen dan pengurus DPP. Ada kabar bahwa politikus perempuan bakal dipilih menduduki kursi Sekjen. “Itu kewenangan ketum. Jadi itu tidak akan dipilih dalam Munas, tidak akan ada pandangan-pandangan dimunculkan dalam forum. (Kalau ada nama perempuan) ya tergantung pak Wiranto. Ketua dan Sekjen kan
harus ada kerjasama, tergantung beliau,” bebernya.
Munas Hanura tahun 2015 akan dimulai pada 13 Februari hingga 15 Februari di Hotel Lor In, Solo. @endang
0 comments:
Post a Comment