Saturday, February 7, 2015

Capres Suriname Raymond Sapoen akui berasal dari Banyumas

Capres Suriname Raymond Sapoen akui berasal dari Banyumas




LENSAINDONESIA.COM: Raymond Sapoen, mantan Menteri Perdagangan dan Industri Suriname, yang mencalonkan diri sebagai presiden membenarkan bahwa ia berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.


“Saya adalah generasi ketiga. Saya punya catatan tentang leluhur saya, namun yang pasti adalah mereka berasal dari Banyumas,” kata Raymond dalam percakapan telepon dari Paramaribo, Suriname.


Baca juga: Orang Jawa jadi capres di Suriname, masyarakat Banyumas heboh


Tapi ia tidak tahu apakah masih ada kerabatnya yang hidup di Banyuwangi. Apalagi tidak ada kontak yang bisa dihubungi. “Saya perlu riset lagi,” tuturnya.


Ia mengungkapkan dirinya memiliki tiga anak lelaki. “Aku tinggal di Suriname, anakku telu, lanang….Aku arep dadi presiden Republik Suriname, partaiku jenengane Pertjaja Luhur (anak saya tiga, saya mencalonkan diri jadi presiden dari Partai Pertjaja Luhur),” kata Raymond memastikan soal pencalonannya kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.


Suriname memang dikenal dengan negara dengan warga yang berasal dari Jawa. Dalam kesehariannya, warga juga menggunakan bahasa Jawa termasuk Raymond. Bahasa Indonesia tidak dikenal disana. “Bagian dari identitas,” tegasnya.


“Orang tua saya bicara bahasa Jawa. Anak-anak saya dalam pendidikannya menggunakan bahasa Belanda, namun di rumah kami berbahasa Jawa.”


“Ini budaya kami, kebiasaan kami, dan kami harus merangkulnya karena bagian dari identitas kami,” katanya lagi.


Raymond menjadi menteri perdagangan dan industri dari 2012 sampai akhir 2014 dan menjadi menteri pendidikan pada 2010 dan 2012. Pemilihan presiden Suriname akan dilangsungkan tanggal 25 Mei mendatang.


Warga di Desa Kanding, Banyumas sendiri dihebohkan dengan sosok Raymond Sapoen ini. Sejumlah sesepuh mengenali wajah pria yang diduga kakek Raymond Sapoen.


Apalagi arsip data Pemerintah Belanda menyebutkan bahwa Sapoen berangkat dari Batavia pada 1928 ke Suriname. Waktu itu, tempat yang dituju adalah Paramaribo, 30 Juni 1928 menggunakan kapal Merauke II.


Dua warga Radam mengenali wajah Sapoen. Salah satu di antaranya memiliki kemiripan wajah yang bernama Parsono. “Kok bisa mirip dengan wajah saya ya? saya juga heran,” katanya tersenyum.


Ia mengingat pernah mendapat kisah tentang Sapoen yang merantau. Namun kisah tersebut tak pernah didengarkan secara serius. “Baru setelah saya diberitahu kalau dia sekarang jadi capres di Suriname, saya mengingat-ingat cerita yang pernah disampaikan kakek dan bapak saya,” ujarnya.


Namun, Parsono tidak ingin gegabah mengklaim kalau Raymond Sapoen merupakan kerabatnya.


“Saya tidak inginlah mengaku-aku. Makanya, saya tidak terlalu banyak bicara sebetulnya. Kalau wajah mirip, sih iya. Namun, saya tidak ingin langsung menyatakan kalau Raymond Sapoen kerabat saya. Malu lah kalau memang tidak benar. Tetapi, secara tulus, entah itu kerabat saya atau bukan, saya juga mendoakan supaya Pak Raymond Sapoen jadi presiden. Siapa tahu benar, kakeknya dia asli dari Kanding,” katanya seraya tersenyum.


Warga Desa Kanding memang sama sekali tidak mengenal Raymond Sapoen. Namun, mereka berharap kalau kakeknya berasal dari Kanding. Harapan lainnya adalah, dia menjadi presiden. Karena jika benar, tentunya sangat membanggakan keturunan dari Kanding, Banyumas menjadi seorang presiden di Suriname.@sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment