LENSAINDONESIA.COM: Mantan tim sukses Presiden Joko Widodo yang juga mantan Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Hendropriyono mengungkap cita-citanya di masa senjanya. Ia ingin menciptakan mobil nasional, sebuah keinginan yang pernah kandas saat beberapa waktu lalu.
“Dengan bersemboyan pada “Old Sodier Never Die”, pada usia senja hidup saya ini saya ingin masih berbakti kepada bangsa yang celakanya termasuk kepada para demagog di antara masyarakat kita,” tulis Hendropriyono, mengutip Tribunnews.
Baca juga: Microbus Suryawangsa 2 bakal diproduksi massal dan Proyek MobNas perlu dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia
Ia mengatakan sudah akan membangun mobil nasional lewat lisensi KIA. Namun, rencan itu batal keitka prinsipalnya diakuisisi oleh Hyundai.
Lebih lanjut, Indonesia yang di masa lalu selalu jadi pionir kini telah jadi pecundang. Ia mencontohkan bangsa Indonesia sudah bisa membuat pabrik sepeda, namun negara-negara tetangga belum ada yang mampu membuatnya.
Tapi sekarang, kondisi tersebut terbalik.
“Bangsa kita bisa jadi pecundang, karena ada saja oknum yang tidak merasa malu menjelek-jelekkan orang lain yang dia sendiri tidak berbuat apa pun untuk bangsanya,” katanya.
Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan dengan Proton Holdings Bhd (Malaysia), Jumat (6/2/2105), menuai pro dan kontra. Terlebih Presiden Joko Widodo ikut menyaksikan prosesi tersebut bersama Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak. Ada pula bos Proton, Tun Dr Mahathir Mohamad, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, dan Duta Besar Indonesia untuk Pemerintah Malaysia, Herman Prayitno.@sita
0 comments:
Post a Comment