LENSAINDONESIA.COM: Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin menuding Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan sabotase sejumlah fasilitas penunjang yang ada di gedung dewan. Misalnya, pendingin udara (AC) di seluruh lantai yang tak berfungsi sejak beberapa hari terakhir.
Menurut Selamat Nurdin, sabotase tersebut dilakukan karena Pemprov DKI geram dengan DPRD yang menggulirkan hak angket terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta curiga ada dana siluman Rp 8,8 triliun dalam RAPBD dan DPRD berubah sikap, Bank DKI dapat PMP Rp 500 miliar
“Emangnya kamu enggak merasakan, kalau ruangan lebih panas dari biasanya? Biasanya kan kita kedinginan,” seloroh Selamat kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirih, Jumat (20/02/2015).
Berdasarkan pantauan LensaIndonesia.com, beberapa fasilitas lain di Gedung DPRD DKI yang tak berfungsi optimal adalah televisi lcd berukuran 32 inch yang terpampang dekat pintu lift dan jaringan internet (wifi).
“Kita sih enggak gentar walaupun terus ‘dizalimi’, karena angket sudah berjalan,” tegas anggota Komisi C DPRD DKI tersebut.
Di sisi lain, Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Prabowo Soenirman menerangkan, sudah lebih dari 2/3 politikus Kebon Sirih telah menyetujui hak angket yang ditujukan kepada Ahok, sapaan karib Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
“Sebanyak 80 anggota dewan telah menandatangani digulirkannya hak angket,” paparnya. Dia pun menerangkan, angket akan terus digulirkan, sehingga 106 anggota dewan menyepakatinya.
Menyangkut tawarawan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang siap menjadi mediator dalam konflik ini, Prabowo menyatakan, dirinya siap bekerja sama, agar APBD dapat segera dicairkan dan pembangunan di Ibukota tak berhenti.
“Tetapi, angket tetap terus berjalan. Itu kan dua hal yang berbeda, karena Ahok sudah melanggar hukum dengan menyerahkan APBD bukan hasil pengesahan,” ungkap dia.
Menurut mantan direktur utama PD Pasar Jaya ini, DPRD DKI akan kembali menggelar rapat pimpinan gabungan untuk kembali membahas masalah angket pada Senin
(26/02/2015). “Dan keesokan harinya (27/02/2015), mengadakan rapat paripurna untuk mengesahkannya,”.@fatah_sidik
0 comments:
Post a Comment