Monday, February 9, 2015

Gubernur DKI Jakarta Ahok berupaya suap anggota dewan Rp12 T

Gubernur DKI Jakarta Ahok berupaya suap anggota dewan Rp12 T




LENSAINDONESIA.COM: Anggota Banggar DPRD DKI lainnya, Bestari Barus, ikut mengungkap “praktek tak resmi” Pemprov agar APBD versi Ahol gol. Ia menyebut Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah saat rapat pimpinan gabungan berlangsung atau sebelum paripurna pengesahan, diinstruksikan untuk menawarkan dewan proyek sekitar Rp 12 triliun.


Anggaran tersebut, kata dia, dialokasikan dalam sejumlah program seperti pembelian dan pembebasan lahan hingga pengadaan alat-alat berat serta masih gelondongan atau tak spesifik. “Ini namanya sogokan. Ini sama saja dia mau masukin kita ke penjara. Lagi pula, memangnya saat kita ketemu konstituen mereka cuma butuh alat-alat berat saja apa?” ketusnya, Senin (9/2/2015).


Baca juga: Tuduhan suap proyek Rp 12T, Ahok sebut DPRD DKI fitnah dirinya dan APBD diperlambat, Ahok ancam ungkap dana siluman Rp8,8 triliun


Upaya Ahok tersebut, bagi politikus NasDem ini, akan membawa Jakarta kembali ke era dinasti, karena mencoba mengangkangi konstitusi dan hanya kaisar yang posisinya berada di atas perundang-undangan. “Tapi maaf, kami bukan rakyat kaisar Ahok.

Makanya, kami berencana membentuk pansus (panitia khusus).”


Politikus berbadan gempal itu memastikan, wacana tersebut tidak akan masuk angin atau konsisten dilakukan dewan, karena seluruh fraksi dan pimpinan DPRD menyepakatinya. “Soalnya, ini bukan fraksi atau pimpinan yang diserang. Tapi, dewan secara keseluruhan diserang oleh orang yang enggak punya partai loh,” sindir dia.


Di sisi lain, menyangkut dana siluman sebesar Rp 8,8 triliun yang disebut-sebut Ahok dilakukan dewan, Bestari menampiknya. Dalihnya, tidak akan menguntungkan legislatif. “Karena pengguna anggaran adalah eksekutif. Jadi, buat apa kita anggarkan yang secara pribadi tidak bermanfaat bagi kita? Jadi, tidak ada dasar tudingan gubernur itu.” @fatah_sidik


Berikut anggaran suap pemprov ke DPRD DKI Jakarta:

1. Pembebasan tanah Rp 6.682.947.752.071.

2. Pengadaan alat berat Rp 985.910.838.547

3. Pembangunan dan Rehab Rp 4.466.311.434.271

4. Pengadaan alat kesehatan Rp 579.819.046.157

5. Pengadaan alat pendidikan Rp 44.571.029.721

Total Rp 12.759.560.100.767


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment