LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberi santunan kepada keluarga korban tewas banjir akibat hanyut terseret arus banjir di Gresik. Ada sebanyak tiga orang yang menjadi korban saat banjir melanda di Dusun Kajar, Gading Watu, Kec Menganti, Kab Gresik.
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku turut prihatin atas kejadian yang menimpa para korban. “Yang sabar ya pak. “Jangan dilihat jumlah santunannya. Sekali lagi, sabar dan tabah,” ujarnya sambil menyerahkan santunan kepada tiga keluarga korban di Kantor Kec Cerme Gresik, Selasa (9/2/2015).
Baca juga: Bangun tanggul banjir, Gus Ipul imbau warga Gresik relakan tanahnya dan Untuk dijadikan tanggul, Gus Ipul imbau warga relakan tanahnya
Gus Ipul berpesan kepada keluarga korban agar sabar dalam menghadapi musibah serta berdoa agar arwah keluarganya diterima disisi Allah SWT. Pihaknya mengimbau para warga yang wilayahnya rawan banjir untuk segera mengungsi agar kejadian meninggalnya korban tak terulang lagi.
Sementara, Kepala Biro Adminitrasi Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Ratnadi Ismaoen yang ikut mendampingi Wagub mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk perhatian dari pemerintah. “Setiap korban meninggal dunia santunannya Rp 5 juta untuk membantu keperluan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Tiga korban meninggal akibat terseret arus banjir pada Sabtu (7/2/2015) lalu, yakni Sutris (13), Heni (16) serta Voni (14). Ditambahkan, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengakui wilayahnya kerap mengalami banjir meski hujan tidak terlalu deras turun. “Banjirnya karena luapan Kali Lamong yang diakibatkan dari beberapa daerah perbatasan, seperti Mojokerto, Lamongan dan Jombang. Jadi, meski tidak deras, namun rawan banjir,” imbuh Sambari.
Di Kec Cerme sendiri terdapat 25 desa, sebanyak 15 desa diantaranya dilanda banjir. Saat ini sejumlah wilayah sudah surut, di Cermr tinggal 4 desa yang belum surut, yakni Desa Morowudi, Iker-iker, Dungus dan Sukoanyar.@sarifa
0 comments:
Post a Comment