Monday, February 9, 2015

Untuk dijadikan tanggul, Gus Ipul imbau warga relakan tanahnya

Untuk dijadikan tanggul, Gus Ipul imbau warga relakan tanahnya




LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah wilayah di Gresik, Jawa Timur dinyatakan tanggap darurat banjir. Bahkan, dalam banjir kali ini telah memakan korban meninggal. Sebanyak tiga anak hanyut akibat derasnya arus pada Jumat (6/2/2015) lalu.


Melihat kondisi itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf turun langsung ke lokasi banjir untuk memantau perkembangan musibah banjir akibat meluapnya Kali Lamong tersebut. Ia mengusulkan agar pembangunan tanggul di sekitar Kali Lamong dipercepat.


Baca juga: Gus Ipul beri santunan bagi keluarga korban meninggal banjir Gresik dan Bangun tanggul banjir, Gus Ipul imbau warga Gresik relakan tanahnya


“Penyebab utama banjir ini kan terus meluapnya sungai yang begitu deras sehingga tumpah. Kekuatan kapasitas sungai hanya 600 ribu kubik per detik, tapi nyatanya airnya di atas 700 ribu kubik per detik. Pilihannya adalah membuat tanggul karena hampir secara keseluruhan tidak ada tanggul,” tegasnya saat sidak bencana banjir di

Desa Morowudi, Kec Cerme, Kab Gresik, Senin (9/2/2015).


Sementara alternatif penanganan banjir Gresik lainnya, yakni dengan cara pengerukkan karena adanya pendangkalan di beberapa tempat termasuk di ujung dekat Pulau Galang. Namun, lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, dalam pembuatan tanggul masih ada kendala dari masyarakat yang tak mau melepaskan tanahnya.


“Pak Bupati terus meyakinkan masyarakat selama tiga tahun terakhir, tetapi warga belum mau melepaskan juga. Kalaupun mau mereka minta harga tinggi, harga appraisal sekitar Rp 35 ribu per meter, tapi warga minta di angka Rp 100 ribu per meter,” ujarnya.


Karena itu, Pemprov Jatim mengimbau agar warga maupun pemilik hak tanah di sekitar wilayah langganan banjir Gresik, segera bersedia melepaskan tanahnya ke pemerintah agar bisa dibangun tanggul. Kalau tidak mau, maka keadaan akan tetap seperti ini.


Ditambahkan, kebutuhan tanah untuk pembangunan tanggul diperkirakan mencapai 650 hektare. “Luas tanah yang dibutuhkan ga kecil ini. Anggaran sudah disiapkan sesuai yang dibutuhkan. Kalau mereka misalnya minta Rp 100 ribu berarti dana yang kita butuhkan lebih dari Rp 600 miliar. Teknisnya akan kita serahkan ke Dinas Pengairan,”

pungkas Wagub.


Diketahui, sejumlah wilayah yang terdampak banjir Gresik mulai dari Kec Kedamean sebanyak 1 desa, Kec Balongpanggang 8 desa, Kec Menganti 2 desa, Kec Benjeng 23 desa, Kec Cerme 4 desa (Desa Morowudi, Desa Iker-Iker, Desa Dungus, Desa Sukoanyar).@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment