LENSAINDONESIA.COM: Kabupaten Madiun dalam waktu dekat ini berencana membangun embung di wilayah Desa Kresek, Kecamatan Wungu. Pembangunan Embung baru tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kekeringan di saat musim kemarau.
“Hasil perhitungan, anggaran yang akan dibutuhkan sekitar Rp 18,5 miliar bersumber dari APBN tahun 2015. Kita terus melakukan upaya percepatan untuk embung ini. Tahun ini, pembangunannya kita mulai,” ujar Bupati Muhtarom pada lensaindonesia.com.
Baca juga: Bupati Madiun pastikan tutup Lokalisasi Gude November ini dan Bupati Madiun dan wakilnya safari keliling TPS
Keberadaan embung tersebut berjarak sekitar 500 meter diatas Dam Cao, dan dibangun diatas lahan milik Perhutani seluas 10,8 hektare dengan daya tampung air 190.296 meter kubik. Diperuntukan mengairi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Wungu dan sekitarnya seluas 1.330 hektar.
“Nanti mulai Kresek, Bolo, Wungu dan lainnya. Ini non pabrik. Jadi nanti pabrik gula tidak bisa ngambil dari situ,” jelasnya.
Muhtarom menambahkan saat ini, pihaknya telah melakukan berbagai proses dan tahapan. Di antaranya, sudah menyelesaikan pembuatan Detail Engineering Design (DED). Sedangkan untuk ijin pembebasan lahan milik Perhutani, masih dalam proses.
Bupati Muhtarom pun berharap, akhir bulan Februari sudah ada titik terang terkait pembebasan lahan, sehingga, pembangunannya bisa segera dilaksanakan.
“Ijin kita ke Direktur Perhutani II Jawa Timur sudah tiga minggu lalu. Setelah itu turun, langsung kita ajukan ke Dirjen Perhutani di pusat. Jadi, proses itu sekarang ini sedang berjalan, dan tinggal kesepakatan saja, kita upayakan Februari ini sudah ada kejelasan. Begitu sudah jelas, langsung dibangun,” pungkas Muhtarom.
Untuk diketahui, sudah hampir sembilan tahun, Pemkab Madiun merencanakan pembangunan dua waduk di Kecamatan Wungu dan Gemarang, namun sampai saat ini hanya wacana dan tidak ada upaya tindaklanjut. @dhimaz_adi
0 comments:
Post a Comment