LENSAINDONESIA.COM: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2015 akhirnya resmi milik Kota Banyuwangi, setelah ditetapkan KONI Jawa Timur menetapkannya sebagai tuan rumah. Keputusan ini membuat Kabupaten Jember terpaksa harus gigit jari.
Pasalnya, Jember sempat menjadi kandidat kuat kota pendamping dalam penyelenggaraan event dua tahunan tersebut. Tapi setelah menimbang berbagai aspek dan dirasa persyaratan dan perlengkapan yang mumpuni, KONI Jatim
memutuskan untuk meniadakan kabupaten atau kota pendamping untuk Banyuwangi. “Kami pastikan Banyuwangi sebagai pelaksana tunggal. Karena mereka hingga sekarang memenuhi permintaan kami untuk persiapkan segala sesuatunya,” beber Wakil Ketua Umum KONI Jatim, Sucipto.
Baca juga: Akomodasi Porprov mepet, KONI Jatim gelar seleksi kurangi atlet dan KONI Jatim khawatir Porprov Banyuwangi ditunggangi kepentingan politik
Sebelumnya KONI Jatim sempat pesimis dengan akomodasi yang disediakan Kabupaten Banyuwangi. Namun Banyuwangi memang sudah memberikan jaminan bahwa venue untuk Porprov akan selesai maksimal pada bulan Mei atau sebulan sebelum kegiatan Porprov. Mereka mengklaim bahwa persiapannya sudah mencapai 80 persen, baik itu akomodasi maupun venue. “Kami sudah melihat dan sesuai atau layak seperti apa yang disampaikan Pemkab Banyuwangi termasuk harus disediakannya penginapan yang mampu memuat 10.700 orang,” imbuh pria paruh baya ini.
Namun menurut Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Banyuwangi sedikit memaksakan diri untuk persiapan Porprov, khususnya akomodasi. “Seperti yang sudah diberitakan teman-teman wartawan, akomodasi dari Cabor Tarung Derajad saja cukup jauh dengan venue,” ungkapnya sambil tersenyum kecut.
Sekedar informasi, Porprov V 2015 akan dilaksanakan pada 6-13 Juni. Dengan total 35 cabor yang dipertandingkan, serta 8277 atlet kuota maksimal. Dari 35 cabor itu, yang memilik kuota paling banyak adalah drumband yakni 400 atlet, kemudian voli indoor 360 atlet dan futsal 342 atlet. @angga_lensa
0 comments:
Post a Comment