LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko diminta segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah di wilayahnya. Sebab dalam beberapa hari ini sudah 5 orang meninggal dunia akibat penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, selain 5 korban meninggal, juga terdapat sebanyak 144 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
Baca juga: Lagi, balita pasien demam berdarah di Jombang meninggal dan Banyak korban, DPRD Jatim minta penanganan DBD libatkan tokoh agama
“Bupati harusnya menetapkan status KLB DBD Jombang. Bupati bisa meminta pemerintah propinsi untuk memback up KLB DBD di Jombang. Keputusan ini harus diambil agar korban tidak lagi berjatuhan korban. Bila dibiarkan berlarut begini ini akan menunjukkan ketidakbecusan bupati dalam mengelola daerah dan pemerintahannya,” kritik Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LiNK), Aan Anshori di Jombang, Jumat (06/02/2015).
Aan juga mendesak DPRD Jombang mengajukan hak interpelasi dan memanggil bupati untuk dimintai keterangan terkait lambanya penanganan wabah DBD ini.
“Jika Bupati tidak ingin dicap tidak becus, seharusnya segera menetapkan KLB DBD, dan bertanggung jawab atas banyaknya korban. Dengan adanya penetapan status tersebut diharapkan Pemkab Jombang lebih serius dalam menangani DBD,” tegas Koordinator Gusdurian Jawa Timur ini.
Sementara itu, Nyono Suharli, Bupati Jombang ketika dikonfirmasi terkait bertambahnya jumlah korban meninggal dunia akibat DBD menyatakan bahwa Jombang belum layak berstatus KLB DBD. Alasanya, jumlah penderita hingga hari kelima bulan Februari ini jumlahnya menurun dibanding Januari 2015 lalu.
“Jombang masih belum layak menyandang status KLB,” singkatnya@Obi
0 comments:
Post a Comment