LENSAINDONESIA.COM: Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta kian mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi swasta nasional yang layak diperhitungkan.
Setidaknya, tahun 2015 ini UEU tercatat sebagai salah satu kampus swasta nasional penerima terbanyakdana hibah penelitian dan pengapdian kepada Masyarakat yang disetujui Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan meloloskan sebanyak 34 program penelitian.
Baca juga: UBL bahas kebijakan hubungan luar negeri pemerintahan Jokowi dan Universitas Budi Luhur wisuda 1.249 mahasiswa
Prestasi ini patut diapresiasi mengingat untuk dapat lolos satu program penelitian bukanlah hal mudah.
Kepala LPPM UEU, Ari Anggarani Winadi Prasetyo, SE, MM mengatakan, apa yang diraih dosen-dosen peneliti Universitas Esa Unggul tahun ini terjadi peningkatan signifikan disbanding tahun sebelumnya yang hanya lolos 29 penelitian.
“Secara kognitif siapapun tahu, untuk lolos satu penelitian bukanlah hal mudah, setidaknya harus memiliki bobot keilmuan bidang yang diteliti serta memiliki relevansi dengan kebutuhan factual masyarakat. Meskipun banyak kampus bernama besar, mereka mengakui bukan jaminan bisa mendapatkan dana hibah penelitian dari Dikti,” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (04/02/2015).
Ari Anggarani yang juga Dosen Fakultas Ekonomi UEU berharap meningkatnya jumlah penelitian yang lolos dibarengi dengan peningkatan kualitas hasil penelitian yang tidak hanya bisa diaplikasikan manfaatnya bagi masyarakat tapi juga dan bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
“Lolosnya sebuah penelitian yang didanai oleh pemerintah melalui Dikti harus dipandang sebagai sebuah amanah sekaligus tanggung jawab moral bagi setiap dosen peneliti kita agar aplikasinya dapats dirasakan manfaatnya bagi kita masyarakat umum dan bagi kemajuan akademik itu sendiri,” tegas Ari.
Lebih lanjut, dosen berparas manis ini memaparkan, lolosnya 34 penelitian UEU terdiri dari beberapa penelitian, diantaranya penelitian Disertasi Doktor (HDD) sejumlah satu penelitian, penelitian Hibah Unggulan Perguruan Tinggi (HUPT) 4 penelitian tiga diantaranya pengajuan baru, dan satu penelitian On Going (lanjutan). Sedangkan untuk Penelitian Hibah Bersaing (HB) sejumlah 21 penelitian dimana 13 merupakan penelitian pengajuan baru dan 8 on going (lanjutan). Kemudian untuk Penelitian Hibah Fundamental (HF) sejumlah 7 penelitian.
Selain itu, untuk program pengabdian masyarakat UEU juga meloloskan satu program penelitian dari IbM (Iptek bagi Masyarakat).
Menariknya, dari 34 penelitian Esa Unggul yang lolos terdapat satu program penelitian yang akan meneliti dunia reptile Indonesia untuk dijadikan e book reptile dengan judul yang disetujui yaitu: “Manajemen Media Informasi Hewan Reptil (Ular) Melalui Pembangunan Album Elektronik”.
“Sejauh ini sepengetahuan kami belum pernah ada dosen atau peneliti sebelumnya yang melakukannya,” ujarnya.
Prestasi penelitian yang diraih dosen dosen yang bernaung didalam Yayasan Kemala Bangsa tidak terlepas dari dedikasi UEU dalam menjabarkan makna Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta mengaplikasikan kurikulum nasional berstandar internasional.
“Tentu saja prestasi ini tidak lepas dari apa yang dicanangkan oleh Rektor UEU DR.Ir. Arief Kususma A.P, MBA beserta Warek dan semua Dekan Fakultas untuk mendorong para dosen UEU agar melaksakan Tridarma Perguruan Tinggi melalui penelitian dan pengabdian masyarakat,” pungkas Ari.@**
0 comments:
Post a Comment