LENSAINDONESIA.COM: LBH PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengatakan akan mengawal pengungkapan dan penuntasan kasus penembakan aktivis korupsi Mathur Husairi.
“Kami akan mengadvokasi hingga adanya tuntuntan di pengadilan, baik secara litigasi maupun non litigasi,” kata Direktur LBH AnsorJatim Othman Ralibi, Minggu (8/2/2015).
Baca juga: Wajah pelaku penembakan aktivis antikorupsi Bangkalan sudah dikenali dan Koalisi Anti Kekerasan tuntut penembak Mathur Husairi diungkap
Othman menilai, penembakan yang dialami athur bukan kriminal biasa. Patut ditengarai adanya motif politis yang dilakukan oleh orang-orang yang khawatir terhadap sepak terjang Mathur.
Pihaknya wajib mengadvokasi kasus ini mengingat, Mathur juga salah satu pengurus Ansor Kabupaten Bangkalan. LBH mendesak pengungkapan kasus mulai dari eksekutor hingga potak intelektual peristiwa itu. “Kepolisian harus mengungkap motif penembakan secara terbuka dan transparan,” ujarnya.
Empat orang sudah ditangkap oleh Polres Bangkalan bersama tim Jatanras Polda Jatim. Salah satunya Ketua Komisi A DPRD Bangkalan AA alias Kasmu, yang diduga jadi otak intelektual dari penembakan Mathur Husairi.
Ia ditangkap dalam penggrebekan dan sedang melakukan aksi mesum bersama anak isterinya yang masih berusia 16 tahun di sebuah hotel. Selain mencokok AA, polisi juga menciduk “R” dan menyita sejumlah barang bukti, antara lain mobil Suzuki APV dengan nomor polisi M-503-GP, Toyota Avanza M-307-HA, lima ponsel yang saling terhubung, satu airsoft gun, tiga keris, dan satu buku tabungan.
Berbekal beberapa barang bukti itu, polisi meringkus dua warga Bangkalan, “S” dan “M”, pada Selasa pagi, 3 Februari 2015. Dua pria ini diduga menjadi eksekutor penembakan Mathur. R dan S belakangan dilepas.
Mathur Husairi dikenal sebagai pegiat antikorupsi yang kerap mengungkap berbagai kasus korupsi di Bangkalan. Bahkan, dia yang melaporkan Ketua DPRD yang juga mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin ke KPK.
Mathur ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya di Bangkalan, Senin dinihari, 20 Januari 2015 lalu.Saat itu ia baru selesai diskusi dengan rekan sesama aktivis di Surabaya.Ia menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo hingga ini. @sita
0 comments:
Post a Comment