LENSAINDONESIA.COM: Bagi rumah tangga di pedesaan, uang senilai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu cukup berharga untuk bisa memenuhi kebutuhan dapur.
Setidaknya itu yang dirasakan oleh warga Kecamatan Sukorame, Lamongan, tambahan penghasilan tersebut diperoleh dengan budidaya ikan lele bermediakan terpal. Sebanyak 36 warganya yang menjadi penerima bantuan Program Gemerlap bisa meraup penghasilan tambahan hingga Rp 300 ribu setiap kali panen.
Baca juga: Pamsimas diresmikan,warga Dusun Pasinan tak lagi kekurangan air bersih dan Hingga 2013, Pemkab Lamongan gelontor beasiswa Rp20 miliar
Program akronim dari Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat Lamongan Berbasis Pedesan itu menyasar warga pedesaan yang memiliki potensi dan sumber daya untuk bisa terus berkembang.
Pembudidaya ikan lele dari Kelompok Ternak Fajar Indah Desa Wedoro Kecamatan Sukorame, Tawi, dari dua kolam terpal di belakang rumahnya, ia bisa memberikan uang belanja untuk isterinya sebesar Rp300 ribu setiap kali panen.
Angka ini adalah keuntungan bersih setelah dikurangi ongkos produksi dan untuk pembelian benih lagi. Dengan sumber daya air yang melimpah, berternak lele media terpal menjadi alternatif baginya untuk mencari penghasilan tambahan.
“Cukup lumayan, untuk membantu kebutuhan memasak di dapur. Semoga harga jual lele bisa stabil tinggi sehingga kami masih bisa mendapatkan untung,” ujar Tawi, Kamis (5/2/2015).
Masih kecilnya keuntungan yang didapat itu membuat Bupati Lamongan Fadeli mendorong kelompok penerima agar melakukan inovasi lebih sehingga keuntungan berlipat. Terutama dalam manajemen budidaya dan penggunaan pakan yang lebih ekonomis.
“Pembudidaya lele saya harapkan bisa berinovasi. Jangan hanya mengandalkan pakan buatan pabrik yang tentunya cukup mahal. Bisa dikembangkan pakan organik buatan sendiri yang bukan hanya murah namun bisa meningkatkan produksi ikan lele,” tutur dia saat meninjau kolam
warga di Sukorame.
Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Tri Wahyudi, mengungkap tahun ini ada 36 warga di Kecamatan Sukorame yang tergabung dalam 3 kelompok menerima bantuan ikan lele dengan media terpal.
Total benih yang dibantukan mencapai 86.400 ekor. Selain benih, kepada setiap anggota kelompok juga diberikan bantuan 2 set perangkat untuk membuat kolam ikan lele bermedia terpal dan pakan ikan.
Wahyudi menyebutkan pihaknya kerap mendorong pembudiaya ikan lele agar membuat manajemen budidaya. Terutama agar menyesuaikan masa budidaya dengan siklus harga di pasar.
Seperti di bulan-bulan awal tahun seperti ini, harga ikan cenderung tinggi karena belum banyak ikan yang beredar di pasar. Seperti saat ini, harga ikan lele mencapai Rp15 ribu per kilogram sehingga bisa memberi keuntungan lebih. @ Ali Muhtar
0 comments:
Post a Comment