Catatan: M Adnan R, Ketua DPP Bidang Politik Garda Muda Nasional
KONSTELASI dan dinamika politik makin panas dengan tensi tinggi terus terjadi 17 hari jelang kongres 28 Februari mendatang. Terakhir, gesekan dan perang pernyataan serta dukungan masing masing tim sukses saat deklarasi dukungan calon ketua umum untuk memperebutkan suara dari kawasan Indonesia Timur.
Kawasan Timur itu meliputi Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dengan total suara sebanyak 277 suara.
Baca juga: Zulkifli Hasan yakin rebut kursi ketua umum PAN dan Kursi ketua umum PAN semakin panas, Amien Rais hadang Hatta Rajasa
Kubu Zulhas (Zulkifli Hasan) dengan dukungan penuh Amien Rais menggelar konsolidasi dan pernyataan dukungan di Lombok NTB yang disambut dan difasilitasi oleh ketua DPW PAN NTB. Di saat yang bersamaan di Menado, HR (Hatta Radjasa) menggelar acara serupa dan juga dihadiri oleh sekretaris DPW PAN NTB.
Di Menado, yang kebetulan saya lihat sendiri berdasarkan absensi, SK kepengurusan dan surat pernyataan dukungan tertulis diatas materai dari pemilik hak suara kongres yang berasal dari DPW dan DPD se indonesia Timur maka di total dukungan ke HR sebanyak 181 suara.
Hal ini bisa terverifikasi dan tidak asal klaim karena semuanya berbasiskan syarat syarat sama persis dengan nanti saat peserta kongres mendaftarkan diri menjadi peserta kongres seperti yang disebutkan di atas. Sehingga secara matematika, politik dapat dengan mudah dihitung.
Misal, jika total suara untuk kawasan Indonesia Timur sebanyak 277 suara, sedangkan yang menghadiri acara deklarasi dukungan di Menado sebanyak 181, maka sisa suara hanya 96 suara. Maka, ketika kubu Zulhas mengklaim 143 suara yang hadir di lombok, ini menjadi pertanyaan besar, apakah kubu Zulhas bisa mempertanggungjawabkan klaim tersebut berdasarkan SK kepengurusan yang masih berlaku. Mari sama sama kita buktikan nanti.
Sudah bukan rahasia umum dan sudah diketahui kader serta tak dapat dipungkiri bahwa pertarungan politik jelang Kongres PAN ke IV, kali ini, masih menyisakan pertarungan politik antara kubu KMP dan KIH. Kubu Zulhas jika memenangi pertarungan, maka akan membawa gerbong PAN masuk ke KIH.
Ini dapat dilihat dari digelarnya beberapa kali pertemuan dengan Jusuf Kalla di Darmawangsa (rumah Yusuf Kalla) serta pernyataan dukungan secara terbuka Jusuf Kalla di beberapa kesempatan. Ditambah turun gunungnya mantan ketua umum PAN Soetrisno Bachir (SB) mendukung Zulhas semakin memperkuat hal ini.
Tapi, yang menarik adalah jika kubu Zulhas didukung tokoh tokoh senior seperti Amien Rais dan SB, maka HR sebaliknya didukung anak anak muda PAN, termasuk elit elit politik PAN yang saat ini menjabat di struktural DPP. Ada waketum PAN yang juga ekonom Drajad Wibowo, dimana saat kongres ke III di Batam adalah lawan tangguh HR.
Ada pula Sekjend DPP PAN yang juga wakil Ketua DPR, juga koordinator Steering Commite panitia kongres. Ada Catur Sapto Eddy yang Ketua Fraksi PAN DPR RI, ada walikota Bogor yang juga Ketua DPP PAN Bima Arya.
Ada lagi, Nur Alam Gubernur Sulawesi Tenggara yang juga Koordinator pemenangan untuk Indonesia Timur yang digadang gadang oleh anak anak muda PAN menduduki posisi sekjend jika HR memenangi pertarungan. Dari kalangan pendiri partai, dukungan untuk HR juga datang dari tokoh yang juga sekaligus seorang mubalig kenamaan A.M Fatwa, ada juga Farhan Hamid yang mantan wakil ketua MPR periode lalu.
Di satu sisi dalam pernyataan politiknya saat menerima dukungan dari pengurus kawasan Indonesia Timur, HR berpesan hormati yang tua, itu ajaran para Nabi. HR tetap menghormati Pak Amien, meski berbeda dalam pandangan politik pada kongres kali ini. We Love Him, lanjut HR.
Di sisi lain jika melihat konstelasi dukungan yang terjadi, maka secara sederhana dapat dibaca bahwa dukungan yang solid dari pengurus DPW, DPD se Sumatra di Pekan Baru, dukungan DPD DPD se Jawa barat di Pangandaran, terakhir dukungan di Menado dari kawasan Indonesia Timur serta dukungan secara diam diam dari Jawa tengah dan Jawa Timur, maka tanpa bermaksud takabur dengan mendahului kehendak dari Sang Khalik, Insya Allah HR mampu memenangi perebutan ketua umum.
Kali ini, prosentasi suara yang bakal dicapai bisa 80 persen. Fastabiqul Khoirot, mari berlomba lomba untuk kebaikan partai, umat, bangsa dan negara. @
0 comments:
Post a Comment