Tuesday, February 24, 2015

Pembagian raskin di Jatim diawasi tim supervisi

Pembagian raskin di Jatim diawasi tim supervisi




LENSAINDONESIA.COM: Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang telah berjalan selama hampir 16 tahun masih banyak mengalami persoalan. Bantuan beras kualitas medium tersebut disinyalir banyak disalahgunakan dalam distribusinya.


Untuk itu, Pemprov Jawa Timur bersama Perum Bulog Divre Jatim akan membentuk tim supervisi yang terdiri dari aparat kejaksaan atau kepolisian hingga inspektorat. Nantinya tim ini akan bekerja untuk memantau distribusi hingga ke rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM)


Baca juga: OPSI: Kenaikan harga beras bukti pemerintah gagal kendalikan inflasi dan Harga beras melambung, Jokowi pantau distribusi beras di gudang Bulog


“Soal distribusi ini masih ada banyak persoalan. Jadi kami berkomitmen mengawal distribusi Raskin agar tepat sasaran. Ini dimulai dari pengawasan distribusi melalui tim tingkat provinsi hingga tim kabupaten/kota. Nantinya tim supervisi akan ditempatkan di titik bagi yang sering bermasalah. Ini harus diawasi mulai pengambilan awal dari Bulog hingga tersalurkan ke RTSPM,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim, I Made Sukartha di Surabaya, Selasa (24/2/2015).


Namun pembentukan tim supervisi tidak untuk semua daerah, tapi hanya titik yang butuh penganganan khusus karena tingginya tingkat kasus dan pengaduan dari masyarakat.


Ditambahkan, persoalan Raskin, selama ini lebih pada belum meratanya distribusi hingga kualitas dan kuantitas yang tidak sama dibagikan di tiap daerah. Made juga menduga, Raskin disalahgunakan oleh para mafia dengan cara menjual kembali jatah Raskin untuk masyarakat ke pihak oknum Bulog.


“Kalau raskin masyarakat hanya menebus Rp 1.600 per kg, ada juga oknum yang nakal dan menjualnya lagi ke Bulog dengan harga Rp 4.000 per kg. Sudah berapa untungnya? Kami khawatir beras berputar ke bulog terus. Hal seperti ini jangan sampai terjadi. Ini pasti bisa diselesaikan,” cetusnya.


Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Witono mengklaim, jika selama ini distribusi raskin sudah dilakukan dengan baik di tingkat provinsi hingga kab/kota. “Soal kualitas dan kuantitas sudah cukup baik. Namun di titik bagi hingga ke RTSPM ini yang perlu diawasi betul, karena itu sudah bukan tanggung jawab Bulog. Namun kalau berasnya kualitasnya kurang baik, kami siap mengganti,” pungkas Witono.


Sedangkan pendistribusian Raskin tahun 2015 ini kuotanya akan tetap sama seperti tahun 2014 lalu. Untuk RTSPM yakni sebanyak 2.857.469 dengan kuota beras sebanyak 514.344.420 kg pertahun atau 42.862.035 kg per bulan. Untuk stok beras medium Bulog Jatim saat ini tersisa 412 ribu ton. Jumlah itu cukup untuk stok sekitar delapan

bulan.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment