LENSAINDONESIA.COM: Pilot Jordania yang tewas dibakar hidup-hidup oleh ISIS, Muath al-Kasaesbeh sepertinya sudah merasa hidupnya segera berakhir. Hal tersebut diungkapkan almarhum dalam akun Facebook-nya sebelum terbang.
“Saya membuka Facebook dan melihat postingannya, Rest in Peace, Muath’,” kata istrinya, Anwar Tarawneh dalam wawancara perdananya, mengutip Mirror.
Baca juga: Militer Jordania serang pusat pelatihan militan ISIS dan Militan ISIS kembali penggal sandera jurnalis asal Jepang
Anwar mengatakan ada hal yang tidak biasa yang dilihat dari sosok suami yang baru dinikahinya selama lima bulan itu. “Ia berharap ada kabut sehingga dia tidak terbang,” katanya.
“Ia mendapat firasat sesuatu yang buruk akan terjadi. Itu aneh. Ia tidak pernah berkata seperti itu sebelumnya.”
Beberapa jam kemudian, ia mendapat kabar pesawat yang dipiloti suaminya ditembak jatuh. Suaminya ditahan dan akhirnya tewas dibunuh ISIS.
“Tampaknya ia tahu hidupnya tidak akan panjang,” katanya dengan nada sedih.
Pada usia 26 tahun, Muath membeli sebuah pertanian yang akan ingin dikembangkan bersama isterinya. “Lima bulan pernikahan dengan Muath lebih baik daripada pernikahan 25 tahun,” kenang Anwar.@sita
0 comments:
Post a Comment