LENSAINDONESIA.COM: Pemilu 2014 harus mampu melahirkan Pemimpin-Pemimpin yang amanah, Calon Wakil- Wakil Rakyat dan Calon Presiden-Wakil Presiden yang terpilih nanti harus bisa menjadikan Indonesia lebih baik, sehingga Indonesia bisa menjadi Bangsa dan Negara yang Hebat di dunia.
Direktur Eksekutif INDERING, Zuli Hendriyanto, mengungkapkan, Capres dari PDIP Jokowi salah satu pemimpin hebat, visioner.
Baca juga: Ini alasan GEN 98 dukung Jokowi di Pemilu 2014 dan Formigran desak Kepala BNP2TKI yang baru benahi "kebobrokan" Jumhur
“Jokowi pemimpin rendah hati dan sederhana dalam kesederhanaan. Sosok pemimpin yang tak pernah lelah berjuang, selalu berusaha kerja keras mencari tahu permasalahan rakyat, dan selalu berusaha memberikan solusi. Itu yang membuat Jokowi selalu dekat dengan rakyat,” katanya lewat keterangan pers kepada LICOM, senin (24/3/14).
Dukungan untuk Jokowi jadi Presiden, menurutnya, juga datang dari luar kader PDIP seperti Mantan Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) Moh. Jumhur Hidayat, yang belum lama ini dilengser Presiden SBY dan diganti Gatot Abdullah Mansur –sebelumnya Dubes RI untuk Saudi– juga deklarasi bersama Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) untuk mendukung PDIP dan Jokowi.
Alasan Jumhur mendukung, kata Zuli, untuk terus memperjuangan kepentingan rakyat. “Jumhur itu tokoh yang dekat TKI, bersama pendukungnya Jumhur akan berjuang penuh untuk memenangkan PDIP dan Jokowi,” papar Zuli, mantan Ketua Bidang PTKP PBHMI.
Rakyat Indonesia banyak, lanjut Zuli, menaruh harapan kepada Jokowi, dan tentunya Jokowi membutuhkan seorang Cawapres yang nantinya bisa mendukung dan berkerjasama. Sehingga harapan rakyat Indonesia dapat segera terwujud.
“Apabila nanti Jokowi dan pasangannya terpilih menjadi Presiden-Wakil Presiden diharapkan Jokowi dapat memprioritaskan program-program pro-rakyat, program tersebut antara lain tentang Ketenagakerjaan dan Pengelolaan Energi,” ungkap Zuli.
Tenaga kerja Indonesia, lanjutnya Zuli, baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah pejuang-pejuang Bangsa. TKI adalah penghasil devisa bagi negara dan sudah banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan Indonesia, TKI sudah berpartisipasi aktif untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan keuangan negara, maka sudah menjadi kewajiban Negara untuk memperhatikan kemakmuran TKI.
Kemakmuran yang dibutuhkan TKI yang harus ditingkatkan adalah adanya jaminan perlindungan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal dan kehidupan yang layak.
Kemudian, katanya, program yang juga harus diprioritaskan Jokowi dan pasangannya adalah Program percepatan terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional, untuk itu diperlukan rencana strategis yang cepat dan tepat dalam menata dan memperbaiki pengelolaan sumber energi, karena sumber energi adalah sumber kekayaan alam yang harus dikelola dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
Sumber energi seperti minyak, gas, batubara, ketenagalistrikan adalah sumber utama pendapatan keuangan negara maka itu pengaturan, pengusahaan dan pemanfaatannya harus dikelola dengan baik. “Kalau pengelolaannya baik maka kerugian negara yang disebabkan kesalahan pengelolaan dan korupsi dapat dicegah sedini mungkin.”
Selain sumber energi fosil yang harus kongkret, lanjut Zuki, dikembangkan dan jangan hanya diwacanakan saja adalah sumber energi baru terbarukan, karena kebutuhan rakyat Indonesia yang semakin meningkat, maka penyediaan energi harus ditingkatkan. “Sehingga kemandirian dan ketahanan energi untuk kemakmuran rakyat bisa diwujudkan.” @li
0 comments:
Post a Comment