Wednesday, March 19, 2014

Jakarta Timur optimis bebas dari penyakit Malaria

Jakarta Timur optimis bebas dari penyakit Malaria




LENSAINDONESIA.COM: Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi penyakit malaria dan optimis Jakarta Timur dapat mencapai tahap eliminasi atau bebas dari penyakit yang sebarkan oleh nyamuk tersebut.


“Dengan upaya bersama dari masyarakat dan unit terkait, jumlah penderita penyakit malaria pada tahun 2014 dapat ditekan,” kata Walikota yang didampingi Asisten Kesmas Jakarta Timur H. Ibnu Hajar dan Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Drg. Yudhita Endah Primaningtyas, M.Kes saat menerima kunjungan Tim penilai Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan RI, di Ruang Rapat Khusus Walikota Jakarta Timur, Rabu (19/03/14).


Baca juga: Sudin PU Jaktim Jalan segera perbaiki jalan yang rusak dan Satpol PP Jaktim gelar aksi donor darah


Walikota mengatakan, sejak tahun 2011-2013 lalu wilayah Jakarta Timur jumlah penderita malaria mengalami kenaikan. Berdasarkan catatan Sudin Kesehatan Jakarta Timur pada tahun 2011, ada 4 kasus, 2012 ada 17 kasus dan 2013 ada 28 kasus.


“Pada tahun 2014 ini, sampai bulan Maret tercatat sudah ada 2 warga Jakarta Timur yang terditeksi terkena panyakit malaria. Saya berharap, jumlah tersebut tidak bertambah lagi dengan adanya antisipasi dan kepedulian semua pihak,” ujarnya.


Walikota mengungkapkan, kasus malaria yang ditemukan di wilayah Jakarta Timur tersebut umumnya merupakan kasus dari luar (impor). Sebagian besar, tambahnya, terjangkit pada anggota TNI yang kembali ke Jakarta Timur setelah selesai bertugas di wilayah Indonesia Timur seperti Papua.


“Korban terkena penyakit malaria dari luar wilayah Jakarta Timur dan kita harus waspada dengan penyakit malaria,” ungkapnya.


Walikota berharap, perang terhadap malaria harus tetap dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lintas sektoral dan partisipasi masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan saat mengatasi masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sama-sama penyebarannya dilakukan oleh nyamuk.


“Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dimasing-masing rumah tangga harus terus disosialisasikan. Kerja bakti membersihkan lingkungan, lewat cara aksi pemberantasan sarang nyamuk ke rumah-rumah merupakan metode yang telah teruji,” pungkasnya. @winarko


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment