LENSAINDONESIA.COM: Joko Widodo (Jokowi) sejak diisbatkan jadi Capres PDI Perjuangan, ternyata terus menjadi pembicaraan seksi kalangan politisi partai politik peserta Pemilu 2014. Selain menuai serangan politik, bahkan beberapa Parpol mulai bergenit-genit ria berniat melamar PDI Perjuangan.
Wakil Seketaris Jendral (Wasekjen) Partai PDI Perjuangan Ahmad Basarah, mengakui adanya beberapa partai politik mulai melirik PDI Perjuangan. Misal, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menaruh minat melamar.
Baca juga: Survei: Jokowi-Akbar Tandjung berpeluang besar menang di Pilpres 2014 dan PDIP: Si "Kerempeng" jadi Presiden, problem Jakarta cepat selesai
“PDI Perjuangan menghormati keinginan PKB dan PKS ataupun parpol lainnya yang ingin bergabung dan bekerjasama dalam Pilpres 2014,” kata Ahmad Basarah, Jakarta, Jumat (21/03/2014).
Menurut politisi yang aktivis 1998 ini, hal itu merupakan hak politik setiap Parpol yang dijamin UUD NRI 1945 serta UU Pilpres yang mengatur bahwa Capres atau Cawapres diusung Parpol dan atau Gabungan Parpol.
“Dasar hukum itulah yang memberikan peluang bagi setiap Parpol dapat menjalin kerjasama dalam pencapresan,” tandas Basarah.
Namun demikian, Basaran menyatakan, mengenai apakah kerjasama pencapresan akan ditindaklanjuti kerjasama di pemerintahan jika pasangan Capres atau Cawapres yang diusung menang, masih tergantung apakah masing-masing Parpol punya persamaan dalam menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Ini tujuan program pembangunan nasional yang akan dilaksanakan dan dicapai PDI Perjuangan.
Di samping itu, Basaran mengungkapkan, PDI Perjuangan menilai kegagalan pemerintahan koalisi ala Partai Demokrat pada periode pemerintahan SBY dan Boediono, maka Parpol yang akan bekerjasama nanti harus sepakat untuk memperkuat sistem presidensial agar pemerintahan dapat berjalan efektif.
“Kalau syarat-syarat fundamental tersebut dapat diterima Parpol yang ingin bekerjasama dengan PDI Perjuangan, saya kira peluang untuk membangun kerjasama politik ke depan akan terbuka. Namun demikian, hal tersebut masih tergantung hasil Pileg 2014 dan sikap resmi PDI Perjuangan secara institusional,” ungkap Basarah.
Disinggung apakah PDIP jika memegang pemerintahan tidak akan banyak melibatkan Parpol koalisi, Basarah menegaskan, “Lho nggak gitu, kita menyebutnya kerjasama aja lah, jangan koalisi. Kalau koalisi ala Partai Demokrat basis keputusannya mengamankan kekuasaan. Tapi, kalau kerjasama pemerintahan orientasinya menjalankan pemerintahan negara sesuai ideologi Pancasila untuk kesejahteraan rakyat,” kata Basarah lagi.
Dia juga menegaskan, semakin banyak partai yang menyatukan diri dalam barisan Parpol berorientasi kerjasama membangun bangsa, tentu semakin banyak tambah baik, karena pemerintahan akan semakin efektif.
“Tapi kalau bergabungnya Parpol hanya berorientasi kekuasaan semata, tentu kami akan lebih selektif lagi,” pungkasny. @endang
0 comments:
Post a Comment