Saturday, March 22, 2014

Komisi-A DPRD Jabar galau ribuan warga belum didaftar ikut nyoblos

Komisi-A DPRD Jabar galau ribuan warga belum didaftar ikut nyoblos




LENSAINDONESIA.COM: Pencoblosan tinggal beberapa hari lagi, namun sampai sekarang masih ada ribuan warga Jawa Barat yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap. Untuk itu, Koisi A DPRD Jawa Barat mendesak pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih gencar lagi atau lebih pro aktif.


Berdasarkan hasil temuan Komisi A DPRD Jabar, beberapa waktu lalu, ternyata masih ada ribuan masyarakat Jabar belum terdaftar sebagai pemilih tetap. “Untuk itu, kami (DPRD Jabar-red) meminta Pemerintah dan KPU untuk lebih proaktif dan juga menghimbau serta mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebegai pemilih untuk segera mendaftar ke Panitia Pemungutan Suara, sehingga dapat mengunakan hak suaranya,” kata anggota DPRD Jabar Azhar Aung dengan nada galau kepada LICOM.


Baca juga: Cegah TPS dicurangi, mahasiswa BEM se Jawa barat ikut turun dan KI Jawa Barat "pasang kudang-kuda" cegah Pemilu curang


Azhar mengatakan, selama pemerintah dan KPU tidak jemput bola atau proaktif, rasanya sulit untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu Legislatif 2014. Hal ini, karena kalau hanya mengandalkan kesadaran masyarakat, pemilih yang belum terdaftar ke dalam DPT tidak akan mendaftar ke PPS.


“Pemerintah langsung tanyakan ke masyarakat apakah sudah terdaftar atau belum. Kalau mengharapkan kesadaran masyarakat, tidak akan maksimal, jumlahnya itu-itu aja,” kata Azhar.


Azhar pun menyebut aparat pemerintahan di tingkat kelurahan/desa menjadi pihak yang paling tepat untuk menanyakan langsung hal itu ke masyarakat. “Karena yang paling dekat dengan masyarakat kan mereka, bisa dibantu oleh RW dan RT,” tambahnya.


Disinggung tingkat partisipasi pemilih di Jabar dalam pileg yang akan digelar 9 April itu, Azhar menilai jumlahnya tidak terlalu jauh dengan Pemilihan Umum Gubernur 2013. Politisi Partai Hanura ini pun pesimis dengan harapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang menargetkan 80 persen tingkat partisipasi pemilih.


“Kalau sudah mepet begini saya rasa sulit. Tapi, kita semua harus terus berusaha agar pemilu sukses, lancar, dan partisipasinya tinggi,” ujar Ketua DPD Partai Hanura Jabar.


Sementara itu di tempat terpisah, Anggota Komisi A DPRD Jabar lainnya, Tate Qomarudin, meminta KPU lebih proaktif dalam menjaga tingkat partisipasi masyarakat. Menurut Tate, petugas penyelenggara pemilu harus terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya pesta demokrasi tersebut.


Dengan begitu, pihaknya optimistis tingkat partisipasi pemilih akan meningkat. “Termasuk dengan mengingatkan pemilih yang belum terdaftar ke dalam DPT,” kata Tate, kemarin.


Disinggung upaya KPU yang membolehkan penggunaan KTP bagi pemilih yang belum tercatat ke dalam DPT, Tate mengapresiasi hal itu. Dengan begitu, dirinya optimistis akan banyak hak pilih masyarakat yang terselamatkan, pungkasnya. @husein.


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment