Wednesday, March 19, 2014

Sambut pasar bebas, MobNas siap bersaing di pasaran

Sambut pasar bebas, MobNas siap bersaing di pasaran




LENSAINDONESIA.COM: Proyek Mobil Nasional (MobNas) mulai naik daun saat Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat Walikota Surakarta menggembar-gemborkan produksi mobil karya anak SMK 2 Surakarta. Kemudian, dilanjutkan lagi dengan promosi Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN melakukan uji coba mobil listrik asal Cileungsi, Bogor.


Dan, kini hadir mobil Ambulance dan mobil Pick-Up KAIYA produksi PT.Super Gasindo Jaya (SGJ) atau dikenal dengan nama Tawon Group. Mobil nasional Tawon Group ini bahkan sudah mendapat sertifikasi laik jalan dari Kementerian Perhubungan.


Baca juga: Shinyoku raih penghargaan Superbrand 2014 dan MMI gelar M-Days bagi pemilik kendaraan Mazda


Michael Marlon Sumendap selaku Managing Director Dealer Multindo Mobil mengatakan pihaknya mendukung mobil nasional Tawon diproduksi dan dipasarkan ke daerah-daerah pelosok Indonesia karena kualitasnya tidak kalah dengan mobil-mobil yang sudah punya merek dari luar negeri. Selain itu, harganya murah,irit bahan bakar dan sesuai dengan kondisi alam di Indonesia.


“Contohnya mobil ambulance ini dirancang agar nyaman berkendara dan konsumsi bahan bakarnya sangat irit,” ujar Michael, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/03/14).


Michael mengharapkan dukungan Pemerintah dan berbagai pihak untuk mobil nasional ini sukses di pasaran terlebih lagi pasar bebas segera dimulai. Terlebih lagi, Tawon Group berencana membuka pameran di berbagai wilayah dan mempersiapkan membidik pasar bebas.


”Sukses pasar pasca produksi ditentukan oleh konsumen domestik, yaitu seberapa besar daya serap dan penerimaan konsumen terhadap mobnas. Apalagi di tengah serbuan pasar mobil dunia dan mobil-mobil nasional yang kini juga merajai pasaran dalam negeri,” tutur Michael sumringah.


Michael percaya bahwa segala hal besar datang dari yang kecil, bahkan sering dimulai dari nol. “Mulailah dari yang kecil mudah-mudahan suatu saat akan menjadi besar,” ucap yakin pria yang masih keturungan Pahlawan Nasional Wolter Monginsidi.


Menurutnya, dalam era persaingan bebas ini Indonesia merasakan negara-negara maju kian meningkatkan tekanan dan bersikap. Proyek mobil nasional ini seharusnya bisa dijadikan salah satu bagian grand strategy perekonomian Indonesia. Untuk itu diperlukan mobil nasional, terutama mobil umum dan mobil niaga agar diproduksi massal sesegera mungkin.


“Kalau Malaysia bisa, kenapa Indonesia belum berani memproduksi mobil nasionalnya. Ini kesempatan emas, dan yakinlah, bahwa putra terbaik di Indonesia masih banyak yang berkualitas,” kata Michael.


Berkenaan dengan tantangan pasar bebas ASEAN AFTA 2015, Indonesia sebagai anggota negara ASEAN harus mengantisipasinya dengan produk-produk yang berkualitas dan mampu bersaing.


“Indonesia sebagai anggota organisasi ASEAN mau tidak mau dan siap tidak siap harus mengikutinya sesuai jadwal. Kita harus siap menghadapinya,” ungkap Michael. @Rudi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment