Monday, March 24, 2014

SBY ajak Pakde Karwo keliling Jateng, “kompor gas” GR Capres

SBY ajak Pakde Karwo keliling Jateng, “kompor gas” GR Capres




LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengajak Soekarwo, Ketua DPD Demokrat Jawa Timur yang baru ditetapkan Jurkam Demokrat tingkat nasional, keliling Jawa Tengah mulai Senin ini (23/3/14).


Bahkan, Pakde Karwo –sebutan akrab Soekarwo– pada Senin ini, didaulat menjadi pembicara tunggal di depan para Guru Besar di Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta. Praktis, membuat semakin “GR” (‘gede rumongso’) para politisi Demokrat Jatim dan tokoh masyarakat di Jawa Timur terkait mendorong Pakde Karwo masuk bursa Cawapres atau Capres Demokrat pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.


Baca juga: SBY diminta tetapkan Soekarwo Cawapres, prestasinya ungguli Jokowi dan Pakde Karwo, berharap tim Porwanas Jatim meraih juara umum


Ada dua acara yang dihadiri Pakde Karwo di Yogyakarta, Senin ini. Pertama, dia mendampingi SBY dalam acara pembukaan Rakernas dan Seminar Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDSI) di Yogyakarta Ekspo, Jalan Raya Jati Yogyakarta.


Kedua, Pakde Karwo yang berkumis tebal itu memenunhi undangan sebagai pembicara tunggal di depan Forum Guru Besar dan Civitas Academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Yogyakarta tersebut.


Dalam acara itu, Pakde Karwo sharing pemikiran dari Jatim untuk Indonesia. Dia memaparkan materi “Menghidupkan Ekonomi Kerakyatan, Sukses Story Jawa Timur”. UGM mencoba untuk menggali keberhasilan Jawa Timur yang sukses dalam bidang ekonomi.


Dikonfirmasi LICOM, Pakde Karwo mengaku terkejut dengan dipilihnya sebagai pembicara tunggal di UGM. Pasalnya, selama ini banyak kepala daerah yang memiliki kapasitas untuk bicara soal ekonomi.


“Ketika menerima undangan saya kaget, kenapa saya sendiri yang sebagai pembicara tunggal. Mungkin, ini sebagai kepercayaan terhadap Jawa Timur yang dianggap cukup maju dalam bidang ekonomi,” katanya pada LICOM, Senin (23/3/14).


Sementara itu, dalam diskusi tadi, Pakde Karwo juga memaparkan bagaimana Jatim mampu pertahankan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.


Dan, kesempatan ini kali keempat, Soekarwo didaulat para cendikiawan untuk menyampaikan pokok pemikirannya bagi Indonesia ke depan. Sebelum di UGM, pada forum serupa juga diminta pokok-pokok pikirannya dengan berbagai tema pada beberapa universitas terkemuka di Indonesia. Seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Nasional (Unas) Jakarta.


Tidak berlebihan, memang, jika Pakde Karwo belakangan lengket dengan SBY mengundang “ge-er” politisi Demokrat Jawa Timur. Apalagi, Pakde Karwo sukses mendampingi Ketum Demokrat SBY saat kampanye nasional dipusatkan di dua daerah di Jatim, yakni Tulungagung dan Malang. Ditambah lagi, Pakde Karwo ditetapkan sebagai Jurkam nasional.


Sebelumnya, para politisi Demokrat maupun tokoh masyarakat di Jawa Timur memunculkan aspirasi mendorong Pakde Karwo masuk bursa Cawapres Demokrat. Malahan, ada yang kelewat jadi “kompor gas” berspekulasi mendorong Pakde Karwo masuk bursa Capres, dengan mengabaikan agenda Konvensi Capres Demokrat. Apalagi, saat kampanye di Tulungagung, Jatim, juga terpampang spanduk di bus rombongan kampanye Demokrat Jatim menyebut “Pakde Karwo Calon Presiden”.


Suara fraksi Demokrat di DPRD Jawa Timur, bahkan lebih bersemangat agi mengumumkan siap meminta SBY untuk menetapkan Pakde Karwo jadi Cawapres Demokrat. “Untuk mendorong ini bisa terwujud, tentunya kita juga tak akan tinggal diam. Demokrat Jatim akan all out untuk memastikan Ketum mendengar usulan kami di Pilpres kali ini,” kata Agus Dono, Ketua Komisi B Fraksi Demokrat DPRD Jatim kepada LICOM, Senin (24/3/14).


Apakah dorongan kepada Pakde Karwo ini, “kompor gas” politik menjelang Pemilu Legislatif 9 April, tidak jelas. Yang pasti, masalah pencapresan Partai Demokrat, seperti halnya partai lain, masih akan ditentukan hasil Pemilu Legislatif 9 April terkait bisa dan tidaknya memenuhi “Presidential Threshold” (ambang batas) 20 kursi DPR RI dan 25% perolehan suara nasional untuk bisa maju Pemilu Presiden 9 Juli 2004 mendatang. @sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment