Thursday, March 20, 2014

SBY geram Indonesia dicurigai terkait hilangnya pesawat MH370

SBY geram Indonesia dicurigai terkait hilangnya pesawat MH370




LENSAINDONESIA.COM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rada geram menanggapi pemberitaan miring menyudutkan Indonesia terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.


Presiden SBY, kemarin (19/3/14), menggelar rapat terbatas membahas masalah itu. Rapat membahas adanya pemberitaan menyudutkan Indonesia dan permintaan Malaysia untuk membantu pencarian pesawat itu.


Baca juga: Obama lihat dukun Malaysia ikut cari pesawat hilang, warga Jiran malu dan TNI AL kerahkan lima kapal perang dan satu pesawat intai ke Malaysia


SBY menegaskan, tidak ada satu pun dari ketujuh WNI yang jadi penumpang pesawat tersebut, ada kaitan dengan terorisme. Ini hasil laporan Menkopolhukam Djoko Suyanto.


“Kalau ada kecurigaan Malaysia atau pihak mana pun, berlatar belakang, misalnya terorisme, itu tidak ada dari warga negara kita,” tegas SBY, dalam rapat di Kantor Presiden.


Presiden SBY meminta supaya hal tersebut dikomunikasikan pada publik. Ini untuk mencegah adanya spekulasi dan pemberitaan yang tidak benar. “Kita perlu menjelaskan dengan gamblang, jelas dan tegas, bahwa tidak perlu ada kecurigaan seperti itu, dari hasil pengecekan kita di dalam negeri,” tegasnya.


Kapolri Sutarman mengamini pernyataaan Presiden SBY. Dia membeberkan, data Polri tidak ada rekam jejak tentang tujuh WNI yang turut sebagai penumpang MAS, pernah terkait terorisme atau kecurigaan lain. “Saya pastikan, tidak ada yang pernah terkait kegiatan terlarang,” kata Sutarman dalam rapat bersama Presiden.


Sutarman mengaku sudah menelpon Kepala Kepolisian Malaysia. Dia menawarkan bantuan bila Malaysia butuh informasi yang diperlukan. Polri juga sudah mengirimkan data-data dan kelengkapan identifikasi dari setiap penumpang WNI. “Data foto dan antemortem sudah kita kirim melalui Kepolisian Malaysia,” kata Sutarman.


Menkopol hukam Djoko Suyanto mengatakan, data penumpang MH370, memang bukan cuma Indonesia yangdikumpulkan. Tapi, berlaku seluruh penumpang pesawat MAS. “Polri sudah cari data itu (tujuh WNI), dan tidak ada terkait dengan sejarah kejahatan apa pun,” kata. Djoko Suyanto.


Djoko menegaskan, pemerintah Indonesia terus membantu proses pencarian pesawat MH360. Pesawat diperkirakan belok ke kiri dari Teluk Thailand hingga ke wilayah Andaman, Lautan Hindia. Pembagian spot pencarian ditentukan Badan SAR Malaysia.


Djoko mengakui bahwa proses pencarian kali ini tidak mudah. “Bahkan, untuk mencari black box pesawat MAS, tidak akan semudah saat proses pencarian black box pesawat Adam Air di teluk Sulawesi.”


Dalam kesempatan terpisah, Djoko Suyanto menanggapi adanya kabar bahwa Australia menemukan dua titik kemungkinan pesawat jatuh di Laut India sebagaimana diungkangkap PM Australia, Djoko Suyanto belum bisa memastikan karena kabar itu juga belum memastikan apakah benar ada kepingan pesawat. “Memang tidak muda untuk memastikan. Perlu penyeledikan lebih jauh,” kata Djoko Suyanto ketika diwawancarai Stasiun Teve nasional, Teve One, Kais siang (20/3/14). @li/rp/tn


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment