LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 1.500 warga Jombang mengungsi karena banjir yang membanjiri ratusan rumah, jalan raya dan perkantoran hari ini. Mereka mengungsi ke berbagai titik.
Banjir yang terjadi akibat debit air Sungai Gunting yang meluap. Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jombang, Nurhuda mengatakan, saat ini bantuan sejumlah kebutuhan pokok bagi warga korban banjir terus berdatangan.
Baca juga: Banjir meluas ke Sumobito, 200 KK terisolir dan Banjir besar serbu Mojoagung, rendam dua kecamatan
Ia memastikan bantuan tersebut tercukupi seperti logistik dapur umum, yang didirikan di kawasan RTH. Sedangkan untuk kebutuhan baju layak pakai dan sejumlah obat-obatan juga terus mengalir ke tenda atau barak pengungsian.
“Sekitar 1500 jiwa yang mengungsi di posko-posko pengungsian seperti di Masjid Desa Gambiran, Masjid Desa Janti, serta RTH (Ruang Terbuka Hijau) Kecamatan Mojoagung. Dan jumlah tersebut bisa berkurang, karena debit air sudah mulai turun, sehingga pengungsi memilih pulang melihat
kondisi rumahnya,” paparnya, Jumat (20/2/2015)
Ia menambahkan, korban banjir yang mengungsi tersebut, paling banyak berasal dari Desa Gambiran dan Kademangan, karena wilayah tersebut paling parah terendam luapan banjir sungai gunting.
Banjir saat ini telah merendam tiga Kecamatan di wilayah Kabupaten Jombang yakni, Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito. Diperkirakan ada 10 ribu rumah yang terendam. @Obi
0 comments:
Post a Comment