LENSAINDONESIA.COM: Tekanan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang juga mengajak Sekjen PBB Ban KiMoon, turut memaksa Pemerintah Indonesia, membatalkan hukuman mati terhadap warga negara Australia –kelompok Bali Nine– akibat kasus narkoba, ternyata juga mengusik warga Jawa Barat.
Keluarga besar LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) DPP Jawa Barat, menyatakan sikap dan mendukung penuh Pemerintahan Joko Widodo untuk segera melakukan eksekusi hukuman mati itu.
Baca juga: TNI siagakan alat tempur amankan pelaksanaan eksekusi mati dan DPR dukung Pemerintah pulangkan Dubes RI di Brasil
“Apa yang dilakukan warga negara Australia terkait kejahatan narkoba itu bentuk teror kepada NKRI,” tuding Ketua
Umum DPP GMBI, Moch Fauzan Achman, SE di Bandung, hari ini (21/2/2015).
Menurut Fauzan, tekanan dari PM Australia termasuk Sekjen PBB sekali pun, merupakan campur tangan asing yang tidak punya hak menyampuri kedaulatan hukum di Indonesia. “Asing ingin kewibawaan dan kedaulatan NKRI di mata internasional terpuruk. Itu mencabik-cabik cita-cita anak bangsa.”
Jika asing terus mencoba merongrong kewibawaan NKRI, menurutnya, GMBI sebagai anak bangsa siap melakukan Bela Negara (sukarelawan) dengan segala resikonya.
Ditegaskan Fauzan, keluarga besar GMBI akan selalu siap menjadi garda terdepan (Bela Bangsa) kepada Pemerintah Indonesia. “Jangan sampai negara asing masuk dalam rumah tangga kita yang nantinya bisa merongrong dari segala aspek,” tandasnya.
Jangan sampai hukum Indonesia diintervensi. “Negara jangan sampai hilang kendali dan kewibawahannya dirampas kepentingan Asing.“Cukup harta kekayaan Indonesia saya yang dimanfaatkan Asing,” ujarnya.
GMBI, menurut Fauzan, menilai ada keanehan bila PM Australia Tony Abbot ngoto membela warganya menyeludupkan
Narkoba ke Indonesia. “Seharusnya selaku Perdana Menteri, dia meminta maaf seluruh rakyat Indonesia. Tidak sebaliknya, malah minta Sekjen PBB menekan Indonesia didalam membela bahaya narkoba internasional,” tegas Fauzan.
“Keluarga besar GMBI mendukung penuh hukuman mati yang dilakukan Kejagung didukung TNI-Polri. Bila dibutuhkan di lapangan, kami siap berhadapan dengan antek-antek asing tersebut,” tandasnya.
Masalah bantuan Australia kepada peritiwa Tsunami Aceh, menurutnya, sengaja dijadikan isu menekan Pemerintah Indonesia, bukti ada kepentingan lain. “Pemerintahan Jokowi-JK jangan kalah dan gentar. Penyelundupan narkoba jelas merusak generasi bangsa. Seharusnya masalah narkoba internasilan disikapi serius. Saatnya para tokoh agama, pemuda dan tokoh politik bersatu menghadapi antek-antek asing,” tegas Fauzan. @ Ronny
0 comments:
Post a Comment