LENSAINDONESIA.COM: Kapolres Madiun AKBP Denny Nasution menjelaskan saat ini pihaknya sedang
mengawasi dua kecamatan yang ada di kabupaten Madiun. Pasalnya, ada warga dari dua kecamatan tersebut membuat paspor dengan bepergian tujuan tertentu.
“Saat ini kami sedang intensif mengawasi dua kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun, karena dari info yang kami dapat warga dari dua kecamatan tersebut telah membuat paspor untuk bepergian ke tujuan tertentu,” kata AKBP Denny Nasution pada lensaindonesia.com, Jum’at (27/3/2015)
Baca juga: Gubernur Jatim minta perangkat RT dan RW waspadai warga penyendiri dan Lacak 18 anggota, Densus 88 tangkap lagi dua personel ISIS
Saat ditanya wilayah mana saja, Kapolres yang murah senyum ini mengatakan saat ini belum bisa mengatakannya termasuk jumlah warga yang akan bepergian ke tujuan tertentu tersebut.
“Maaf saya tidak bisa mengatakannya disini termasuk jumlah orang yang akan pergi. Kami sedang mendalami ini dan kita juga sedang bekerja sama dengan pihak imigrasi,”pungkas Kapolres.
Sementara saat dikonfirmasi terkait adanya wilayah yang sedang menjadi perhatian khusus Polres Madiun terkait ISIS, Bupati Madiun H.Muhtarom berharap semoga hal itu tidak terjadi. Karena faham ISIS bukan faham yang mencerminkan orang Islam.
Dirinya menjamin bahwa pondok pondok pesantren yang ada di kabupaten Madiun yang berbasis NU sepakat bahwa NKRI harga Mati.
“Saya berharap semoga tidak ada warga Kabupaten Madiun yang ikut-ikutan ISIS karena faham isis itu bukan faham yang mencerminkan orang islam, lagipula pondok pondok pesantren disini khususnya yang berbasis NU sepakat bahwa NKRI harga mati,” kata H.Muhtarom.
Untuk diketahui, saat ini Polres Madiun gencar dalam mengantisipasi akan radikalisme faham ISIS dan salah satu bentuk kegiatannya dengan memberikan sosialisasi ke pondok-pondok pesantren yang ada di wilayah kabupaten Madiun. @dhimaz_adi
0 comments:
Post a Comment