LENSAINDONESIA.COM: Perang antara Amerika Serikat-Rusia memerebutkan Ukraina menemui babak baru. Amerika Serikat dan Rusia saling ancam menghancurkan sistem ekonomi masing-masing negara.
Saat mengumumkan penghentian semua kerjasama militer dengan Rusia, Amerika Serikat juga mengancam mengisolasi Rusia dalam hal perbankan, aset, serta visa.
Baca juga: Perang Rusia dan Amerika Serikat di tanah Ukraina dan Wakil Perdana Menteri Rusia bawa 40 pengusaha raksasa ke Indonesia
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, bertolak ke ibukota Ukraina, Kiev untuk memberikan dukungan kepada para pemimpin baru Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina yang digulingkan, Viktor Yanukoych meminta Rusia untuk mengirimkan pasukan ke perbatasan guna melindungi warga sipil.
Sementara itu, Rusia mengancam mengurangi ketergantungan ekonominya kepada Amerika Serikat sampai tingkat nol jika Washington setuju menerapkan sanksi kepada Moskow berkaitan dengan Ukraina.
Penasehat ekonomi Kremlin, Sergei Glazyev memperingkatkan bahwa sistem keuangan Amerika bakal terancam ambruk (crash) jika sanksi terjadi.
“Kami akan mencari cara untuk tidak hanya mengurangi ketergantungan kami kepada Amerika Serikat sampai (tingkat) nol namun juga bangkit dari sanksi itu dengan memanfaatkan sebesar-besanya bagi keuntungan kami sendiri,” kata Sergei Glazyev.
Glazyev juga mengancam, Rusia bisa menghentikan penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi internasionalnya.
“Sebuah upaya untuk memaklumatkan sanski akan berakhir pada ambruknya sistem keuangan Amerika Serikat yang bisa menyebabkan berakhirnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem keuangan global,” katanya.@licom/bbc
0 comments:
Post a Comment