LENSAINDONESIA.COM: Partai Gerindra mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa yang mendorong hasil pemilu yang berkualitas dengan mengharamkan politik uang, lantaran dapat menghancurkan bangsa.
Selain itu, dalam menciptakan pemilu berkualitas, diharapkan juga pemilih dapat memilih calon legislatif yang berkualitas. Apresiasi tersebut disampaikan oleh juru bicara partai Gerindra, Anggawira kepada wartawan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Baca juga: Putra Benyamin.S, pede gabung dengan partai Gerindra dan Pelayanan publik tak boleh ditelantarkan di masa kampanye
“Gerindra mengapresiasi Fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia, untuk mendorong hasil pemilu berkualitas, arahan untuk melihat rekam jejak dan kapasitas dari calon, ini merupakan langkah terobosan dan juga memberikan rambu-rambu agar para anggota legislatif yang sedang menjabat namun mereka tidak bertanggung jawab seperti sering bolos dan tidak pernah terjun ke masyarakat untuk tidak dipilih,” ungkap Anggawira.
Anggwaira yang juga caleg DPR RI Dapil Kota Bekasi-Depok ini menyatakan dukungan terhadap fatwa MUI. Menurutnya, lembaga keagamaan memang harus mempunyai fungsi kontrol sosial dalam menjaga kualitas kehidupan untuk berbangsa dan bernegara.
“Semoga masyarakat memahami fatwa dari MUI ini dengan mempertejemahkannya dengan memilih Partai Politik yang komitmen dan kosisten serta para caleg yang memiliki rekam jejak serta berkualitas,” terang Anggawira.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan MUI mengharamkan politik uang atau politik transaksional dalam pelaksanaan Pemilu 2014. Fatwa MUI mengatakan, politik uang adalah haram hukumnya karena termasuk suap dan melanggar ketentuan agama.
“Yang memberi dan penerima dilaknat Allah SWT,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Din Syamsuddin, di kantor MUI, Jakarta, Rabu 19 Maret 2014.
Kita wajib bersama-sama berusaha dalam Pemilu ini menghasilkan wakil rakyta yang berkualitas. Meskipun pilihan itu berada di tengah apatisme masyarakat terhadap para caleg. “Kita tetap optimis. Paling tidak 2014 ini kita perbaiki. Kita berharap pemerintahan yang baru bisa bergerak melakukan perbaikan. Disitulah yang harus dipilih,” ujarnya.
Dalam tausiyah-nya, Din juga mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih. Bagi caleg yang sebelumnya pernah menjabat dan tidak bertanggung jawab, sebaiknya tidak lagi dipilih. yang sering bolos, tidak pernah turun kemasyakat bahkan jarang berbicara sebaiknya jangan dipilih. @licom
0 comments:
Post a Comment