LENSAINDONESIA.COM: Salah satu indikator kemakmuran suatu bangsa adalah pendapatan per kapita, berdasarkan data dari Bank Dunia, pada tahun 2012, pendapatan per kapita penduduk Indonesia per tahun adalah sekitar Rp.35 juta atau US$ 3.500, angka tersebut masih dibawah negara-negara tetangga tetangga yaitu Malaysia diatas US$ 10.000, Thailand diatas US$5.000, dan Singapura diatas US$50.000.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mempunyai program yaitu membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Partai Gerindra. Salah satu butir dalam program tersebut adalah meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dari Rp. 35 juta (US$ 3.500) menjadi Rp 60 juta (US$ 6.000) dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7% per tahun menuju pertumbuhan diatas 10% pertahun.
Baca juga: Program wajib belajar 12 tahun, untuk tingkatkan kualitas pendidikan dan Gerindra dukung fatwa MUI pilih caleg berkualitas
Juru bicara bidang ekonomi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono mengatakan bahwa target pendapatan per kapita Rp. 60 juta ditetapkan berdasarkan evaluasi terhadap kondisi riil perekonomian saat ini serta beberapa asumsi yang dianggap cukup realisitis, “Asumsi tersebut meliputi beberapa indikator yaitu pertumbuhan PDB, inflasi, PDB deflator, serta depresiasi nilai tukar rupiah.”
“Pada kenyataannya, dalam dua tahun terakhir sejak Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia diluncurkan, pertumbuhan ekonomi kita tidak beranjak dari angka sekitar 6% per tahun. Bahkan kondisi ekonomi akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan sebagaimana tercermin dari berbagai defisit, baik APBN, neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan, maupun neraca pembayaran. Semua perkembangan ini akan berdampak pada pencapaian kinerja ekonomi baik pertumbuhan maupun perkembangan harga-harga ditahun 2014. Target perkembangan sebesar 6,4 % tidak akan tercapai. Oleh karena itu, kinerja ekonomi pada tahun-tahun setelah 2014 harus digagaskan dengan berbagai strategi, seperti yang menjadi acuan dalam merumuskan program aksi ini secara keseluruhan.” tutur Budisatrio.
Budisatrio mengatakan bahwa untuk mencapai target pendapatan perkapita Rp.60 juta diperlukan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%, “Untuk mengejar pertumbuhan tersebut perlu dilakukan investasi di berbagai cabang produksi, baik sektor primer dan terutama pada industri pengolahan untuk meraih nilai tambah yang semakin besar. Oleh karena itu, industri yang akan dikembangkan meliputi industri yang meningkatkan hasil pertanian, pertambangan, industri maritim dan pariwisata, industri otomotif disertai dengan percepatan pembangunan prasarana dan sarana seperti jalan raya, jembatan, rel kereta api, pelabuhan laut dan udara, irigasi pertanian, serta listrik dan komunikasi. Gerindra menjamin akan menjalankan program-program tersebut jika rakyat memberi kami mandat untuk memimpin negeri ini.” tandasnya. @muhammadrusjdi
0 comments:
Post a Comment