LENSAINDONESIA.COM: Calon Wakil Presiden Partai Hanura, Hary Tanoe Soedibjo berjanji jika Hanura dan dirinya dipercaya rakyat memimpin Indonesia, akan memprioritaskan regulasi terkait komoditas pertanian produksi dalam negeri. Sehingga tidak tergerus atau tenggelam dengan derasnya arus produk impor. Misalnya, komoditi impor perlu diberikan tarif pajak tinggi, sehingga harga jualnya lebih tinggi daripada produk lokal.
“Bukan malah kuota. Jika kuota, uangnya hanya masuk ke pengusaha, dan petani kita tetap dirugikan,” jelasnya dalam keterangan pers kepada LICOM, Senin (24/3/14). Artinya, membiarkan kondisi ini sama dengan “membunuh” pelan-pelan sumber kehidupan petani.
Baca juga: Harry Tanoe galau terbatasnya lapangan kerja potensi gejolak sosial dan Hanura galau hasil Pemilu 2014 digugat inskonstitusional
Hary Tanoesoedibjo yang juga bos MNC Group ini, juga mendesak kuota impor dihapuskan, dan diberlakukan
pajak tinggi. Sehingga, uang pajak masuk ke negara dan harga produk lokal masih bisa bersaing.
Cawapres Hanura ini kembali menegaskan akan mendorong sektor pertanian. “Rakyat kita banyak menggantungkan hidup di sektor pertanian karena punya potensi. Hanura akan komit untuk fokus membenahi sektor ini, meningkatkan produktifitas dan tentunya menaikkan taraf hidup masyarakat petaninya sendiri,” jelasnya.
Senada, Ketua DPD Hanura Jawa Timur, Koeswanto ketika turut hadir dalam kampanye Harry Tanoe di Malang, juga mengeluhkan tidak adanya dukungan pada sektor pertanian komoditi lokal. Padahal kata dia, masyarakat Jawa Timur banyak yang menggantungkan hidup di sektor pertanian.
“Pada prinsipnya, jika berbicara tentang Jawa Timur, satu sisi kita bicara mengentaskan kemiskinan, namun di sisi lain sektor pertaniannya menjadi kontributor kemiskinan,” jelasnya.
Hal ini terjadi akibat minimnya dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian, seperti upaya-upaya untuk mencari formula bagaimana komoditi ini bisa bersaing secara kualitas dan harganya juga lebih murah dari komiditi impor.
“Kontribusi pemerintah sangat minim, tidak ada kajian serius mengenai komoditi lokal kita, tidak ada subsidi yang jelas yang dikonsentrasikan ke sektor pertanian. Jika dibiarkan komiditi lokal lama-lama akan hilang dan petaninya jadi pengangguran,” ujarnya.
Sewaktu datang di kampanye yang digelar di GOR Bima Sakti, Malang, Harry Tanoe memasuki area kampanye diarak di atas kendaraan karnaval berbentuk Singa yang merupakan ikon kota Malang.
HT di Malang, disambut puluhan pemain perkusi. Kemeriahan Kampanye Hanura di Kota Malang diikuti hampir sepuluh ribu masa pendukungnya.
Ketua DPC Hanura Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban dalam orasinya menyatakan kemeriahan kampanye Hanura di kota Malang adalah bentuk antusiasme warga Malang terhadap semangat perubahan yang diusung oleh Partai Hanura.
Selain itu kata Ananda, sosok HT menjadi harapan baru sosok kepemimpinan di Indonesia, sehingga kehadiran HT sebagai Jurkamnas Partai Hanura di Kota Malang mampu menarik perhatian warga Malang untuk hadir meramaikan dan mendukung Partai Hanura.
“Kami semakin optimis Hanura Kota Malang akan mampu meraih simpati rakyat dan memenangkan pemilu 2014,” tegasnya.
Ikut hadir dalam kampanye itu, Ketua Dewan Penasehat Partai Hanura Jenderal (Purn) Soebagyo HS, Wakil Ketua Bapilu Hanura Arya Sinulingga. Sekretaris Bapilu Hanura, Ahmad Rofiq, Ketua DPD Hanura Jawa Timur, Koeswanto serta Caleg Hanura untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. @firdausi
0 comments:
Post a Comment